Ribuan Warga Andalkan Air Bersih dari Sendang

 Instalasi pengolahan air PDAM Grobogan di Sendang Coyo yang masih menggunakan mesin diesel menimbulkan suara bising. (MuriaNewsCom/Dani Agus)


Instalasi pengolahan air PDAM Grobogan di Sendang Coyo yang masih menggunakan mesin diesel menimbulkan suara bising. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Debit air Sendang Coyo saja terus mengalami penurunan. Objek wisata alam di Desa Mlowokarangtalun, Kecamatan Pulokulon, kini mulai kehilangan pesonanya.

Misalnya, suara bising dari mesin diesel di dekat sendang ternyata juga jadi keluhan pengunjung. Mesin diesel ini milik PDAM Grobogan unit Pulokulon yang selalu dinyalakan untuk memompa air ke saluran distribusi pelanggan. Lokasi pengolahan air yang berada di sebelah timur sendang ini menyebabkan suara bising dari mesin itu jelas terdengar.

“Selama ini, kami memang masih pakai mesin diesel untuk mengolah air. Namun, dalam waktu dekat mesinnya akan kita sambungkan pakai aliran listrik PLN sehingga suaranya tidak bising lagi,” kata Direktur PDAM Grobogan Bambang Pulunggono.

Bambang menjelaskan, saat ini, jumlah pelanggannya yang pasokan airnya diambil dari Sendang Coyo sekitar 2.000 sambungan rumah. Selain di Kecamatan Pulokulon, pelanggannya juga menjangkau beberapa desa di Kecamatan Kradenan.

Kapasitas air yang diambil dari mata air tidak begitu banyak. Yakni, sekitar 8 liter per detik atau masih jauh dari debit mata air yang mencapai 50 liter per detik.

Sebagai pihak yang ikut memanfaatkan mata air tersebut, Bambang menyatakan, siap berkomitmen untuk menjaga kelestarian mata air Sendang Coyo.

“Keberadaan mata air Sendang Coyo ini harus kita lestarikan karena manfaatnya sudah dirasakan banyak orang. Kami selalu mendukung upaya pelestarian kawasan Sendang Coyo,” sambungnya. 

Editor : Akrom Hazami