Pengunjuk Rasa Waduk Logung Kudus Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa 

Pengunjuk rasa mengibarkan bendera merah putih berukuran besar di lokasi pengerjaan Waduk Logung, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pengunjuk rasa mengibarkan bendera merah putih berukuran besar di lokasi pengerjaan Waduk Logung, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Forum Komunikasi Masyarakat Korban Embung Logung (Forkoma Kembung) melakukan aksi agar pengerjaan proyek waduk Logung dihentikan, di lokasi proyek, Jumat (23/12/2016).  

Syaikhul Adib, koordinator aksi dalam orasinya menyampaikan, jika kedatangan dan aksi warga tersebut hanya untuk satu tujuan, yakni menghentikan pembangunan Logung hingga kasus tanah yang saat ini sudah ada di Mahkamah Agung (MA) selesai. Jika tidak, maka warga akan tetap menggelar aksi.

“Soal tanah ini kan, kasus hukumnya masih dalam proses, dan ini pakai uang Negara, jadi tolong hargai proses yang berlaku. Jangan seenaknya seperti ini,” katanya.

Peserta aksi mencapai ratusan orang. Mereka berasal dari dua kecamatan, Jekulo dan Dawe. Dalam aksi, mereka juga membawa bendera raksasa dan membacakan selawat. Pembacaan selawat dilantunkan di depan pintu gerbang waduk.

Lantunan selawat terdengar cukup keras. Selawat dilantunkan secara terus menerus. Terutama di sela-sela aksi. Sementara bendera raksasa itu, berukuran kisaran tujuh meter. Bendera dibawa oleh sejumlah warga dan dikibarkan selama aksi berlangsung.

Saifudin, warga yang turut dalam aksi menyebutkan kalau pihaknya menuntut tanah miliknya diukur sesuai dengan ukuran sebenarnya. Dia merasa diperlakukan dengan tidak adil lantaran tanahnya hilang dalam ukuran ribuan meter persegi.

“Sertifikat saya 10 ribuan meter persegi, dari pembangunan logung hanya delapan ribuan saja. Padahal, saya juga sudah bertanya kepada BPN dan katanya malah tanah saya 11 ribuan meter. Saya juga tiap tahun bayar pajak,” katanya.

Selain mempermasalahkan ukuran, dia juga mempermasalahkan harga konsinyasi. Harga yang diinginkan senilai Rp 300 ribu per meter persegi, yang mana sesuai dengan harga kini. Namun yang didapat malahan Rp 31 ribu untuk per meter persegi.

Sebelumnya diberitakan, tatusan warga yang tergabung Forkoma Kembung, menggelar aksi unjuk rasa di area Waduk Logung di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo. Sebelumnya, warga melakukan aksi jalan kaki dari Desa Selalang.

Editor : Akrom Hazami