Evakuasi Tanah Longsor di Desa Bageng Pati Tak Bisa Gunakan Alat Berat, Ini Sebabnya

Warga bersama polisi, TNI, dan relawan mengevakuasi rumah milik Warga Bageng, Gembong yang tertimpa tanah longsor, Jumat (23/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Warga bersama polisi, TNI, dan relawan mengevakuasi rumah milik Warga Bageng, Gembong yang tertimpa tanah longsor, Jumat (23/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Puluhan warga dibantu aparat kepolisian dan TNI sigap mengevakuasi tanah longsor yang menimpa sebagian bangunan rumah milik Sudir, warga Dukuh Rubiyah, Desa Bageng, Kecamatan Gembong, Jumat (23/12/2016).

Sedikitnya 20 orang warga ikut gotong royong mengevakuasi longsoran tanah, dibantu enam prajurit TNI dari Koramil Gembong, enam polisi dari Polsek Gembong, tiga personel dari puskesmas setempat, dan dua orang relawan. Mereka bahu membahu menyingkirkan longsoran tanah yang menimbun sejak Kamis (22/12/2016).

Kapolsek Gembong AKP Giyanto mengatakan, evakuasi bekas longsoran tanah di Dukuh Rubiyah cukup sulit. Sebab, akses jalan menuju dukuh tersebut tidak memungkinkan menggunakan alat berat. Karena itu, evakuasi terpaksa dilakukan dengan cara manual.

“Medan untuk menuju Desa Rubiyah sangat sulit, sehingga alat berat tidak memungkinkan untuk datang ke lokasi. Meski evakuasi dilakukan dengan cara manual, tetapi kami tetap semangat karena bersama-sama dengan penduduk, TNI, relawan, dan petugas puskesmas,” kata AKP Giyanto.

Karena itu, dia mengimbau kepada warga Desa Bageng atau warga Gembong yang rumahnya berada di perbukitan untuk mengungsi bila diprediksi berada di tanah yang akan longsor. Hal itu diharapkan sebagai antisipasi supaya tidak ada korban pada saat hujan turun lebat.

“Jika kondisi hujan lebat dan memungkinkan adanya potensi longsor, sebaiknya warga segera mengungsi. Itu untuk menghindari adanya korban bagi warga yang rumahnya berada di perbukitan dan punya potensi longsor,” imbaunya.

Sementara itu, Danramil Gembong Kapten Inf Sunaryo mengaku senang bisa membantu dan manunggal bersama dengan rakyat. Terlebih, penanganan bantuan bencana alam memang sudah menjadi bagian dari tugas prajurit TNI yang berada di wilayah teritorialnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tanah longsor menimpa rumah milik Sudir, Kamis (23/12/2016). Reruntuhan tanah setinggi tujuh meter langsung menerjang bangunan kamar mandi milik Sudir, setelah diguyur hujan lebat disertai angin yang cukup kencang.

Beruntung, longsor dengan kapasitas sedang hanya menimpa bangunan kamar mandi pada saat pemilik rumah tertidur pulas di kamar tidur, sehingga tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Namun, kerugian material ditaksir mencapai belasan juta rupiah.

Editor : Kholistiono