Pantangan Ini Harus Dipatuhi, Atau Akan…

Warga menikmati air yang jernih di Sendang Coyo, Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Warga menikmati air yang jernih di Sendang Coyo, Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Berdasarkan keterangan pengunjung maupun warga sekitar, dulunya sempat ada pantangan ketika berada di Sendang Coyo, Kabupaten Grobogan.  Di antaranya, tidak boleh mengambil ikan di dalam sendang yang berada di wilayah Desa Mlowokarangtalun, Kecamatan Pulokulon itu.

Namun, pantangan ini sudah tidak berlaku lagi. Bukan karena orang sengaja melanggar tetapi karena di dalam sendang sudah tidak terdapat ikan lagi.

“Dulu ketika sama masih SMA, dalam sendang banyak terdapat beberapa jenis ikan. Namun, sudah lama ikannya menghilang,” kata Sekretaris Desa Mlowokarangtalun Wahyu Hudiyono.

Ia menceritakan, ketika masih remaja, sendang itu sekelilingnya dibuatkan fondasi dari tatanan batu dan dikasih pagar kawat. Jadi, waktu itu orang tidak bisa mandi dalam sendang setiap saat. Namun, masih diperbolehkan untuk mengambil airnya.

Sendang baru boleh dipakai mandi atau kungkum dua kali dalam setahun. Pertama, tiap malam satu suro (Muharam) dan malam Jumat Legi di bulan yang sama. Jika pada bulan Muharam itu tidak terdapat hari Jumat Legi maka acara mandi atau kungkum sendang diganti pada hari Selasa Legi.

“Jadi, dulunya orang tidak bisa bebas masuk dalam sendang kayak sekarang. Barangkali aturan itu dulu diterapkan untuk menjaga supaya air alam sendang terjamin keasliannya,” jelasnya.

Pantangan lainnya yang masih terjaga sampai sekarang adalah soal mengadakan hiburan atau keramaian. Yang mana, acara keramaian tidak boleh dilakukan dekat lokasi sendang.

Setidaknya, acara diselenggarakan dalam radius 200 meter dari sendang. Menurut kepercayaan warga, kalau ada berani yang melanggar maka hiburannya tidak akan sukses.

“Cerita orang-orang tua dulu seperti itu kalau berani melanggar. Namun, kalau dipikir-pikir hal ini juga masuk akal. Soalnya, kalau hiburannya dilakukan dekat sendang pasti akan mengganggu pengunjung yang berwisata. Selain itu, aturan tidak tertulis ini juga merupakan upaya mencegah kerusakan alam disekitar sendang,” kata Wahyu.

Editor : Akrom Hazami