Debit Air Mulai Menurun, Upaya Pelestarian Alam Mendesak Dilakukan

sendang-coyo-maning2

Warga menikmati Sendang Coyo di Desa Mlowokarangtalun, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski airnya masih terlihat cukup banyak, namun dari keterangan warga dan pengunjung, debit air di Sendang Coyo saat ini dinilai sudah turun dibandingkan beberapa waktu lalu. Menurunnya, debit air sendang ini disebut-sebut disebabkan beberapa hal.

Antara lain, sumber mata air Sendang Coyo ternyata juga digunakan untuk mencukupi kebutuhan air masyarakat sekitar. Yakni, lewat program Pamsimas maupun PDAM.

Program Pamsimas ini jangkauan layanannya terbatas hanya lingkungan warga di sekitar kawasan sendang saja. Sementara untuk jangkauan PDAM mencakup dua kecamatan. Yakni, Kecamatan Pulokulon dan Kradenan.

“Sumber mata air Sendang Coyo ini memang digunakan oleh banyak orang untuk keperluan sehari-hari. Selain itu, airnya juga dialirkan pula untuk irigasi pertanian di beberapa desa,” kata Sekretaris Desa Mlowokarangtalun Wahyu Hudiyono.

Menurutnya, beberapa waktu lalu, sumber air disitu memang cukup tinggi. Dimana, ketinggian air bisa sampai batas atas fondasi sekeliling sendang. Saat ini, ketinggian airnya hanya tinggal separuhnya saja.

Banyaknya pengguna air bisa jadi salah satu faktor menurunnya debit air sendang. Namun, bisa juga disebabkan sumber mata airnya yang memang mulai mengecil sehingga tidak bisa menggelontorkan air sebanyak dulu.

“Apapun sebabnya, upaya pelestarian mata air Sendang Coyo harus segera kita lakukan bersama. Sebab, keberadaan mata air ini dibutuhkan banyak orang,” katanya.

Waktu menyatakan, untuk melestarikan alam sekitar sendang tidak bisa dikerjakan pihak Desa Mlowokarangtalun saja. Tetapi perlu melibatkan instansi lainnya, seperti PDAM, Pemkab Grobogan dan juga Perhutani KPH Gundih selaku pemilik kawasan yang didalamnya terdapat Sendang Coyo tersebut.

Editor : Akrom Hazami