Stok Logistik untuk Bantuan Bencana di Rembang Kian Menipis

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Rembang – Stok logistik untuk bantuan korban bencana yang dimiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang semakin menipis. Hingga pertengahan Desember 2016 ini, stok logistik tersisa senilai Rp 4.250.000.

Logistik senilai Rp 4.250.000 tersebut, adalah berasal dari APBD Kabupaten Rembang. Rincian logistik yang tersisa dari APBD Rembang adalah 10 kilogram beras, 143 liter minyak goreng, 132 botol kecap, 10 botol saus, 2 kilogram gula pasir, 110 buah teh serta 13 kardus air mineral.

Sedangkan untuk logistik bantuan Pemprov Jateng yang tersisa saat ini berupa 520 buah teh dan 13 kardus air mineral, 1 buah selimut, 15 buah pembalut wanita, 20 buah tenda gulung, 9 buah panci, 9 buah wajan, 6 buah tikar, 700 buah masker, 6 paket alat kesehatan, 40 paket matras serta 19 buah kantong mayat. Jika ditotal, nominalnya sebanyak Rp 18.872.770.

Terkait kondisi tersebut, pihak BPBD juga mengakui kelabakan, jika nantinya terjadi musibah atau bencana besar. Logistik yang ada tak akan bisa memback up dengan maksimal. Bantuan yang ada, sifatnya hanya bisa mengkover bencana dengan skala kecil saja.

Kepala BPBD Rembang Suharso melalui Kasi Logistik Akhmad Makruf mengatakan, jika nantinya terjadi bencana besar pada Desember ini, maka pihaknya hanya bisa mengharapkan bantuan dari pihak ketiga untuk penanganannya.

“Stok yang tersedia saat ini hanya untuk penanganan bencana kecil. Jika terjadi bencna besar seperti banjir di Kriklan, Kecamatan Sumber, maka harus mengharap bantuan dari kalangan swasta,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga bakal memastikan bahwa semua stok logistik  yang tersisa hingga Desember tahun ini masih layak digunakan alias tidak kedaluarsa. Pasalnya, pengecekan berkala selalu dilakukan oleh petugas terhadap stok logistik yang ada.

“Yang paling rawan kedaluarsa barang tersebut yakni mi instan. Sebab, makanan tersebut paling lama hanya bertahan selama 6 bulan saja. Oleh karena itu, BPBD tidak berani menyediakan stok mi instan terlalu banyak,” ucapnya.

Editor : Kholistiono