Peneror Bom Java Mall Semarang Ternyata Warga Banget Kaliwungu Kudus

Norman Dwiyantoro (48), pelaku teror bom Java Mall Semarang saat diwawancarai di rumahnya di Desa Banget, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Norman Dwiyantoro (hitam), pelaku teror bom Java Mall Semarang saat diwawancarai di rumahnya di Desa Banget, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Seorang warga Desa Banget, RT 02/ RW 01, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, Norman Dwiyantoro (48), benar-benar kelewatan tingkahnya. Norman mengirim ancaman teror bom di supermaket Java Mall Kota Semarang.

Sontak hal itu membuat masyarakat resah. Sebab, ancaman bom tersebut berakibat pengunjung mal ketakutan. Rupanya aksi iseng Norman telah dilakukannya empat kali, selama tiga bulan terakhir dengan mal yang sama.

Modus yang dilakukan pelaku adalah menelepon reseptionis Java Mall mengenai adanya bom di supermaket Java Mall. Aksi terakhir Norman, yakni 10 Desember 2016 lalu.  Gara-gara isengnya itu, Norman pun diburu Polrestabes Semarang.

Norman dibekuk Polrestabes Semarang pada Senin (12/12/2016) pukul 03.00 WIB dini hari. Karena Norman mengalami gangguan kejiwaan, polisi memulangkannya pada Senin malam.

Ditemui di rumahnya, Norman terlihat linglung. Sesekali dia tertawa, tapi Norman tampak masih tanggap dengan pertanyaan yang dilontarkannya. “Sudah empat kali melakukan ancaman. Terakhir saya lakukan Sabtu (10/12/2016) yang lalu, dengan melakukan ancamannya menggunakan telepon genggam,” katanya kepada MuriaNewsCom, Selasa (13/12/2016).

Dia mengaku, ancaman dilakukan dengan perkataan pertama, “Awas, dalam gedung ini sudah tertanam bom, dalam hitungan dua menit bom akan meledak”, ujarnya mengucapkan kalimat terornya yang dipraktikannya selama empat kali.

Dia mengaku, mendapatkan nomor Java Mall dari nomor penerangan di 108. Dari sanalah dia kemudian memutuskan untuk menelpon dan mengancam kalau dalam mal ada bom yang hendak meledak.

Editor : Akrom Hazami