Begini Perjalanan Karier Haryanto-Arifin, Cabup dan Cawabup Pati yang Kisahnya Bikin Kamu Tercengang

Cabup dan Cawabup Haryanto-Saiful Arifin berjabat tangan dengan timsesnya untuk memenangkan pesta demokrasi 15 Februari 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Cabup dan Cawabup Haryanto-Saiful Arifin berjabat tangan dengan timsesnya untuk memenangkan pesta demokrasi 15 Februari 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati Haryanto-Saiful Arifin dinilai sebagai dua tokoh yang ideal untuk memimpin rakyat Pati. Kedua tokoh ini memulai karier dan perjuangan hidup dari nol, hingga menjadi tokoh sukses.

Haryanto, misalnya. Calon petahana ini merintis karier dari Penanggung Jawab (Pj) Kepala Desa Growong, Sekretaris Camat Juwana, Camat Sukolilo, Camat Trangkil, Camat Juwana, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Sekda), hingga terpilih menjadi Bupati Pati periode 2012-2017. Pengalaman birokrasinya dari nol dinilai bisa menjadi bekal untuk memimpin Pati menjadi lebih baik.

Begitu juga Saiful Arifin. Pengusaha muda asal Desa Mojoagung, Kecamatan Trangkil ini merintis karier dari nol. Menjadi anak yatim pada usia tujuh tahun karena ayahnya meninggal dunia, justru membuat Arifin semakin tegar menghadapi hidup.

Pernah menjadi tukang tambal ban, Arifin kemudian mengadu nasib ke Jakarta. Merintis karier sebagai staf toko penjualan VCD di Pasar Raya Jakarta, menyisihkan gajinya, dan nekat membuka toko voucher-ponsel secara kecil-kecilan. Perlahan tapi pasti, usaha Arifin merambah ke distributor telekomunikasi, perhotelan, peternakan, perikanan, dan masih banyak lagi lainnya.

“Saya lihat, dua tokoh paslon Bupati dan Wakil Bupati Pati ini semuanya berangkat dari nol. Mungkin sulit mencari figur seperti ini. Haryanto berpengalaman di bidang birokrasi dan Arifin berpengalaman di bidang wirausaha. Saya pikir, kolaborasi keduanya akan membawa Pati lebih baik. Apalagi, keduanya berangkat dari orang-orang prihatin yang lantas besar karena kegigihannya,” ucap Pengamat Politik, Hakim Alif Nugroho, Sabtu (10/12/2016).

Secara terpisah, Arifin mengaku akan memadukan kedua pengalaman antara birokrasi dan kewirausahaan tersebut untuk membangun Pati yang lebih baik. Bahkan, dia berharap Pati sebagai ibu kota karesidenan bisa menjadi pusat yang menyatukan kawasan pantura timur.

“Saya ingin mewakafkan sebagian hidup saya untuk rakyat Pati bersama Pak Haryanto. Kita tidak antikritik, kami terima saran dan masukan yang membangun. Namun, kami juga butuh solusi dan pemikiran bersama-sama. Mari dipikir bareng-bareng untuk memajukan dan menyejahterakan warga Pati,” kata Arifin.

Editor : Kholistiono