Petugas BPBD Rembang Lebih Intensif Pantau Daerah Rawan Banjir

Banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Rembang beberapa waktu lalu. Saat ini petugas BPBD Rembang semakin intensif pantau wilayah yang rawan banjir. (MuriaNewsCom)

Banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Rembang beberapa waktu lalu. Saat ini petugas BPBD Rembang semakin intensif pantau wilayah yang rawan banjir. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Rembang – Curah hujan dengan intensitas tinggi dalam sepekan terakhir di wilayah Kabupaten Rembang, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Petugas berkeliling ke beberapa daerah yang rawan banjir, untuk melakukan pemantauan.

Di antara wilayah di Rembang yang masuk kategori rawan banjir adalah Kecamatan Sumber dan Kaliori. Di mana, kedua kecamatan tersebut pada bulan November lalu terkena banjir yang cukup parah, akibat luapan air dari Sungai Sri Gunting.

Kepala BPBD Rembang Suharso mengatakan, saat ini tim sudah turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan secara intens. “Tim kami sudah turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan, karena, kondisi saat ini memang masih masih turun hujan cukup sering,” ujarnya.

Menurutnya, pada saat tim turun ke lapangan, beberapa warga juga sebagian tampak ada yang sudah bersiaga, dengan melakukan peninggian kandang ternak, menyebarkan informasi cuaca melalui pihak desa dan lain sebagainya.

Dirinya juga mengatakan, untuk intensitas curah hujan yang sedang hingga tinggi, diperkirakan masih terjadi pada bulan ini hingga Januari 2017 mendatang.  Untuk itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada dengan kemungkinan adanya banjir.

“Untuk intensitas hujan di Bulan Desember hingga Januari 2017 nanti, diprediksi masih tinggi. Mudah-mudahan tak ada angin kencang yang membahayakan. Kemudian, untuk Rembang di bagian peisir laut akan dilanda musim angin baratan. Sehingga yang berada di bibir pantai atau jalur Pantura harus tetap mewaspadai itu,” ucapnya.

Editor : Kholistiono