Ratusan PNS Kudus Dites Urine

PNS melakukan proses tes urine di kantor Setda Pemkab Kudus, Rabu (7/12/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

PNS melakukan proses tes urine di kantor Setda Pemkab Kudus, Rabu (7/12/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Rabu pagi (7/12/2016), ratusan PNS memadati kawasan gedung Setda Pemkab Kudus. Ratusan PNS dihadirkan guna melakukan tes urine, yang diadakan oleh BNN Provinsi Jateng.

Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Yuliono mengatakan, tes tersebut bermaksud untuk melihat dan mengetahui apakah pegawai PNS di lingkup Pemkab Kudus mengkonsumsi narkoba ataukah tidak. Untuk itulah tes urine dilaksanakan.

“Hari ini yang dites urine sejumlah 991 PNS. PNS tersebut, berasal dari eselon empat dan staf di lingkup Pemkab Kudus,” katanya kepada MuriaNewsCom saat mengawasi proses tes urine.

Menurutnya, 991 PNS yang melakukan tes urine dibagi dalam tiga tahapan. Tahap pertama dilakukan pada pagi tadi, sekitar jam 07.30 WIB. Tahap pertama itu, diikuti oleh 389 PNS dan staf SKPD di Kudus. Jumlah tersebut, kata dia meliputi dari pegawai sekda 161 orang, Bappeda 33 orang, BKD 48 orang, Disdukcapil 31 orang, DPPKD 75 orang, BPMPPT 23 orang, Kesbangpol 17 orang.

Sedangkan pada tahap II, dijadwalkan pada pukul 10.00 WIB. Tahap II diikuti oleh 298 PNS dan staf meliputi Disdagsar 163 orang, Dispertan 77 orang, serta pegawai di lingkup Disbudpar sejumlah 58 pegawai.

Tahap III dilaksanakan pada pukul 13.00 WIB, dengan jumlah pegawai 304. Jumlah tersebut meliputi Disdikpora 113 pegawai, Kepala SMP dan Kepala TU SMP 46, Ka TU UPT dan Pengawas TK/SD/SMP pada UPT pendidikan kecamatan sejumlah 75 serta anggota satpol PP sejumlah 70 petugas.

“Ini merupakan tes kali kedua setelah sebelumnya untuk ekselon II dan III dites urine. Dan kegiatan ini menggunakan anggaran dari APBD perubahan sekitar Rp 200 jutaan,” ujar dia.

Ditambahkan, pada 2017 juga akan dilakukan tes urine kembali. Mengingat jumlah PNS di Kudus berjumlah 70 ribu lebih, setelah beberapa diambil alih pusat dan provinsi. “Ini merupakan bentuk deteksi kepada pegawai agar tidak menggunakan narkoba,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami