Percepatan Waduk Logung Kudus Terkendala Cuaca

Pekerja menyelesaikan pengerjaan penyelesaian Waduk Logung Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pekerja menyelesaikan pengerjaan penyelesaian Waduk Logung Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Rencana percepatan pembangunan bendung Logung Kudus, terkendala cuaca. Besar kemungkinan Logung tak terselesaikan tahun ini seperti keinginan Bupati Kudus Musthofa.

Konsultan Sosial Masyarakat Proyek Waduk Logung, Dodi Indra Wirawan, mengatakan, persoalan cuaca sangat penting dalam pengerjaan waduk. Dalam hal ini, soal timbunan tanah, misalnya. Itu tidak boleh asal-asalan, lantaran memiliki standar yang jelas.

“Untuk material tanahnya saja membutuhkan tanah yang khusus. Jadi harus dibawa ke laboratorium untuk mengetahui speknya. Jika terlalu banyak air dan zat lain, maka tidak terpakai,” katanya kepada MuriaNewsCom di Kudus, Rabu (7/12/2016).

Dia menjelaskan, jika bendungan menggunakan batu, dimungkinkan cepat selesai lantaran tidak akan ribet menggunakan tanah. Namun melihat struktur bangunan yang perlu menggunakan tanah, maka prosedur itu harus dijalani.

Menurutnya, penimbunan yang mencapai 50 meter juga baru tercapai sekitar lima meter. Dengan demikian maka untuk menimbun juga membutuhkan waktu yang lama, terlebih saat cuaca seperti sekarang dengan curah hujan cukup tinggi.

Kendala hujan sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Hujan diprediksi akan selesai sekitar Maret 2017 ke depan. Sehingga sampai Maret, penimbunan dipastikan tidak akan tercapai dengan lancar. ”Kualitas menjadi hal yang sangat penting. Jadi tidak bisa dikesampingkan dengan asal jadi,” ujarnya

Namun, kata dia, meskipun terkendala cuaca, namun tidak berarti tidak dapat mengerjakan dengan sesuai waktu. Sebab, pekerja masih dapat mengerjakan konstruksi bangunan pada sisi lainnya, yang tidak terpengaruh cuaca.

Dia menambahkan, kementrian PUPR dan pemerintah daerah sama-sama menunggu percepatan penuntasan Waduk Logung. Diharapkan dapat dipercepat penyelesaiannya di tahun 2017 dari target normatif 2018. Hanya, pelaksana kegiatan tetap harus memperhatikan faktor cuaca yang dimungkinkan akan sedikit menghambat penuntasan infrastruktur pengairan itu.

Saat ini saja, progres pembangunan bendungan masih kurang dari target. Jika ditargetkan 40,43 persen, maka hingga kini baru mencapai 40,38 persen. Untuk itulah ke depan pembangunannya akan dikebut lagi.

Editor : Akrom Hazami