Harga BBM di Karimunjawa Jepara Mahal, Ini Solusi Pemkab

bbm-1024x609

ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pemerintah Kabupaten Jepara bersama PT Pertamina telah sepakat untuk membentu Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) untuk mengatasi masalah distribusi BBM ke Karimunjawa. Jika APMS itu sudah beroperasi, maka harga BBM di Karimunjawa bisa seharga di daratan Jepara.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Jepara Eriza Rudi Yulianto menjelaskan, APMS diharapkan segera beroperasi agar harga BBM di Karimunjawa jauh lebih murah dibanding harga BBM yang selama ini berlaku di wilayah terluar Kabupaten Jepara tersebut.

“Diupayakan bisa sama harganya dengan di daratan Jepara. Kalau pun tidak, harganya tidak jauh berbeda. Selama ini harga BBM di sana sangat tinggi,” ujar Eriza kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, selama ini harga BBM jenis premium di Karimunjawa mencapai Rp 10 ribu per-tabung ukuran satu liter. Itu jauh di atas harga normal di daratan Jepara yang hanya Rp 7 ribu untuk harga eceran, dan Rp 6.450 per liter untuk harga di SPBU.

“Jika APMS sudah beroperasi, biaya pengangkutan menjadi tanggung jawab Pertamina. Kalau sementara ini belum, sehingga biaya pengangkutan dibebankan pada pembeli. Itu yang membuat harga BBM di Karimunjawa jauh lebih mahal,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengemukakan, APMS yang disetujui oleh Pertamina adalah pihak swasta, yang dimiliki oleh Gadang. Lokasinya dekat dengan pelabuhan Karimunjawa. Gadang diketahui telah memiliki peralatan yang lekap namun selama ini belum dimanfaatkan.

“Yang mengajukan ada dua, yakni Perusda dan swasta yakni Pak Gadang. Tetapi yang disetujui Pertamina yang swasta itu. Nantinya, APMS akan melayani 13 pengecer yang ada di Karimunjawa,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk menentukan harga di tingkat pengecer. Pihaknya berjanji akan ikut campur agar harga yang dibebankan kepada masyarakat di Karimunjawa tidak terlalu tinggi lantaran biaya pengangkutan sudah ditanggung oleh Pertamina.

Editor : Akrom Hazami