Bakal Paslon Bupati Syamsul-Mayadina Diberi Waktu Hingga Pukul 00.00 WIB

KPU Jepara menerima pendaftaran bakal paslon independen , Syamsul Anwar – Mayadina Rahma. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Proses penyerahan berkas syarat dukungan dari bakal pasangan calon (Paslon) independen, Syamsul Anwar – Mayadina Rahma diwarnai dengan suasana dramatis. Hingga akhirnya pasangan tersebut membatalkan pendaftaran yang sudah dilakukan ke KPU Jepara.

Pasalnya, bakal paslon yang datang ke kantor KPU Jepara bersama relawan mereka pada Rabu (10/8/2016) sore itu, sempat terganjal kelengkapan administrasi.

KPU bahkan sempat menghentikan proses penerimaan berkas tersebut, untuk melakukan rapat pleno lantaran ganjalan yang ada. Bakal paslon dan relawannya sempat deg-degan, lantaran KPU semula menyatakan bahwa semua persyaratan harus diserahkan maksimal pukul 16.00 WIB.

Namun, usai melakukan rapat pleno dan meminta rekomendasi dari Panwaslu Kabupaten Jepara, akhirnya diputuskan bahwa berkas persyaratan diterima, dengan catatan kekurangan kelengkapan harus diberikan dengan batas waktu pukul 00.00 WIB.

“Setelah melakukan rapat pleno dan mendapatkan rekomendasi dari Panwaslu, kami menerima berkas persyaratan dukungan dari bakal paslon Syamsul-Mayadina. Dengan catatan, kekurangan yakni dokumen B2KWK atau rekapitulasi dukungan, dapat diserahkan sampai batas waktu yang kami berikan. Yakni pukul 00.00 WIB,” ujar M Haidar kepada awak media, usai mengumumkan keputusan tersebut, Rabu (10/8/2016) petang.

Menurutnya, keputusan itu juga berdasarkan aturan dalam PKPU Nomor 5 Tahun 2016. Intinya dalam aturan tersebut, berkas persyaratan yang ditekankan adalah jumlah dukungan yang memenuhi batas minimal. Sehingga, kekurangan dokumen yang lain tidak substansial sehingga dapat diberi toleransi.

“Karena yang ditekankan adalah jumlah dukungan. Kami pertama-tama akan menghitung berkas yang telah diberikan oleh bakal paslon dan relawannya. Ketika itu sudah terpenuhi, maka nantinya baru kami terima sepenuhnya dan dilakukan proses verifikasi,” terangnya.

Ia menjelaskan, ada tiga dokumen yang mesti diserahkan bakal paslon yang harus diserahkan ke KPU. Yaitu dokumen dukungan fotokopi KTP, softcopy dukungan berupa rekapan nama dukungan, dan formulir B1KWK dan B2KWK. Batas akhir penyerahan dokumen tersebut pada hari Rabu, 10 Agustus pukul 16.00 WIB.

Bakal paslon Syamsul-Maya tiba di kantor KPU Kabupaten Jepara pukul 15.00 WIB. Dokumen dukungan KTP sebanyak 83 ribu disimpan di 17 kotak. Sementara dua dokumen syarat lainnya terpisah. Softcopy dukungan berisi rekapan nama-nama pendukung baru disusulkan relawan pada pukul 15.45 WIB. Hingga pukul 16.00 WIB, bakal paslon Syamsul-Maya belum mengumpulkan formulir B2KWK.

Ketua Panwaslih Jepara Arifin menyatakan, karena kekurangan tersebut bukan subtansial, maka pihaknya merekomendasikan KPU Jepara untuk memproses dokumen dukungan yang diserahkan Sahabat Saya, relawan pendukung Samsul-Mayadina untuk diverifikasi.

“Berkait dengan kekurangan berkas B2KWK itu, Panwaslu Jepara berpendapat bahwa kekurangan itu bukan substantif, karena masih bisa diperbaiki. Masih bisa menyusul. Sehingga KPU bisa terus melanjutkan proses ini,” kata Arifin, yang waktu itu disambut tepuk tangan meriah para relawan bakal paslon tersebut.

Dokumen B2KWK yang belum diserahkan, kemudian ditunggu KPU Jepara hingga pukul 00.00 WIB. Sayangnya, belum sampai batas waktu yang sudah ditentukan, pasangan ini lantas mengumumkan pengunduran diri mereka dari pencalonan. Tepatnya pukul 20.00 WIB, karena tidak sanggup memenuhi persyaratan yang ditetapkan tersebut.

Meski begitu, sore itu Syamsul Anwar mengaku masih optimistis proses yang dijalani dapat berjalan lancar. Ia beralasan belum lengkapnya persyaratan lantaran waktu yang mepet, namun dukungan dari masyarakat terus mengalir.

“Kami kewalahan, sehingga berkas rekapitulasi dukungan belum sepenuhnya selesai dibuat. Tapi saya yakin persyaratan itu bisa kami penuhi karena sebetulnya sudah mulai dibuat, hanya belum selesai,” katanya.

Kini tidak ada pasangan independen yang akan mewarnai Pilkada Jepara 2017, seiring mundurnya bakal calon pasangan Syamsul-Maya ini. Padahal sebelumnya, pasangan ini digadang-gadang akan mampu menahan laju para calon incumbent yang didukung partai-partai politik yang ada di Jepara.

Editor : Akrom Hazami