Alat Perekaman E-KTP Hilang, Camat Nalumsari Jepara Diminta Wadul Bupati

Kantor Dindukcapil Jepara

Warga berada di kantor Dindukcapil Jepara, Jumat. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Alat perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di kantor Kecamatan Nalumsari hilang, dicuri oleh orang yang tak dikenal.
Karenanya camat setempat diminta lebih aktif untuk melaporkan peristiwa itu ke pimpinan daerah dalam hal ini Bupati Jepara maupun Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara.
Hal itu seperti yang disampaikan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Jepara Sri Alim Yuliatun. Menurutnya, akibat hilangnya komponen penting dari alat perekaman e-KTP tersebut membuat pelayanan masyarakat terganggu.
“Diharapkan camat setempat lebih aktif berkordinasi dengan pimpinan. Sebab, kami dari dinas tidak memiliki anggaran untuk mengganti peralatan perekaman e-KTP yang hilang itu,” ujar Sri Alim kepada MuriaNewsCom.
Lebih lanjut ia mengemukakan, hilangnya peralatan perekaman e-KTP tersebut, pelayanan untuk sementara dialihkan ke kantor dinasnya. Itu dilakukan agar pelayanan penting mengenai identitas kependudukan tetap berjalan.
“Ya sebagai solusi sementara pelayanan e-KTP dilayani di sini (Kantor Dindukcapil-red). Kalau solusi kedepannya tergantung pimpinan, karena peralatan itu dulunya langsung dari pusat,” terangnya.
Sementara itu, Camat Nalumsari Edi Puspodo mengatakan, pelayanan dihentikan sejak kejadian tersebut. Untuk sementara, pelayanan perekaman data dialihkan Dindukcapil Jepara.
“Yang bisa dilakukan saat ini hanya menunggu keputusan dari pimpinan Kabupaten Jepara. Kami belum tahu kapan pelayanan di Kecamatan Nalumsari bisa dilakukan kembali,” katanya.
Seperti diberitakan, Komponen penting yang hilang adalah kamera untuk merekam foto, dan alat jaringan data penduduk. Akibat hilangnya dua komponen perekaman e-KTP itu, kini pelayanan bagi masyarakat untuk identitas warga menjadi terganggu.
Kapolsek Nalumsari, AKP Karman mengemukakan, hilangnya dua buah komponen alat perekaman e-KTP tersebut diketahui pada Minggu (31/7/2016) sekitar pukul 07.45 WIB. Diduga, aksi pencurian dilakukan pada malam hari atau dini hari.
Kejadian diketahui pertama kali oleh petugas jaga. Saat itu, satu ruang yang digunakan untuk menyimpan barang tersebut tiba-tiba terbuka. Sementara kamera dan satu paket wifi yang sudah terpasang sudah tak telihat.

 

Editor : Akrom Hazami