Kendeng Disebut Pegunungan Purba yang Menyimpan Kekayaan Situs Bersejarah

 Ribuan warga JMPPK menggelar aksi longmarch dari Ngerang Tambakromo hingga Pendopo Kabupaten Pati berbarengan dengan putusan PTTUN Surabaya yang memenangkan Pemkab Pati dan PT Indocement. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Ribuan warga JMPPK menggelar aksi longmarch dari Ngerang Tambakromo hingga Pendopo Kabupaten Pati berbarengan dengan putusan PTTUN Surabaya yang memenangkan Pemkab Pati dan PT Indocement. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kawasan pegunungan Kendeng disebut sebagai pegunungan purba yang menyimpan kekayaan situs bersejarah bagi generasi bangsa. Karena itu, warga yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Pegunungan Kendeng (JMPPK) menolak rencana eksploitasi yang dilakukan PT Indocement.

“Kami yakin, pegunungan Kendeng semestinya dilindungi kelestariannya. Bukan semata-mata karena telah menghidupi pertanian dan makhluk yang ada di dalamnya. Lebih dari itu, Kendeng merupakan pegunungan purba yang menyimpan berbagai kekayaan situs bersejarah,” kata Ketua JMPPK Gunretno, Kamis (4/8/2016).

Selain itu, Gunretno menyebut, pegunungan Kendeng memiliki fungsi sebagai penjaga keseimbangan ekosistem yang sangat vital. Salah satunya, keberadaan Kendeng yang berada di kawasan bentang alam karst dan cekungan air tanah (CAT). Dengan begitu, pelestarian ekosistem pegunungan Kendeng bisa mencegah ancaman bencana ekologis.

“Seperti pesan leluhur kami, pegunungan Kendeng harus tetap lestari demi kehidupan warganya, demi lestarinya pertanian, demi menjaga keseimbangan lingkungan, demi menjaga lumbung pangan nasional, demi terhindarnya bencana ekologis, dan demi menjaga Indonesia sebagai negara-bangsa yang lebih baik,” tutur Gunretno.

Ia juga yakin bahwa Presiden Joko Widodo belum mengetahui dan mendengar fakta lapangan yang sebenarnya. Hal itu yang membuat Gunretno dan warga Kendeng nekat ingin menemui Presiden untuk menceritakan berbagai pelanggaran dan pengabaian syarat-syarat wajib bagi sebuah program pembangunan yang dibuat secara sistematis demi mulusnya pembangunan pabrik semen di pegunungan Kendeng.

“Segala syukur yang mendalam, karena masih ada harapan dari Pak Jokowi yang bersedia mendengarkan suara kami. Kami berharap agar pertemuan kami dengan Pak Jokowi menjadi tonggak sejarah penting perjuangan kami dan kaum petani melawan pendirian pabrik semen di pegunungan Kendeng. Kami yakin masih ada cahaya keadilan di negeri ini,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono