Penyerapan Anggaran Pemkab Jepara Masih Rendah

anggaran

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi  menyampaikan soal penyerapan anggaran daerahnya. ((MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Penyerapan dana anggaran pendapatan daerah Kabupaten Jepara tahun 2016 sampai akhir triwulan dua ini masih rendah, yakni sekitar Rp 301,9 miliar atau 32 persen saja.

Hal itu terungkap dalam acara rapat kordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) APBD Kabupaten Jepara di pendapa kabupaten setempat, Selasa (2/8/2016).

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengatakan, rendahnya penyerapan anggaran tersebut harus dipercepat. Sehingga hal ini perlu dipacu karena dalam penyelesaikan pekerjaan laporan pertanggungjawaban nantinya tidak terlalu terburu-buru.

“Pekerjaan ini bisa kita langksanakan dengan prinsip-prinsip tepat cepat maka apa yang terkait dengan hal itu bisa kita laporkan sesuai dengan amanat peraturan perundang-undangan agar kita tidak sampai terjadi sesuatu hal yang tidak kita inginkan,” kata Marzuqi.

Untuk para camat, agar menginventarisasi dan melaporkan data penyerapan dan realisasi dana desa dari desa-desa di wilayahnya kepada bupati. Kemudian Kepala Bapermasdes juga untuk bisa menginventarisasi dana realisasi penyerapan dana desa se-Kabupaten Jepara serta mengambil langkah-langkah pembinaan ke desa agar penyerapan dana desa lebih optimal dan penggunaan dana desa sesuai dengan ketentuan.

“Serta untuk Inspektur dapat melaksanakan pengawasan dan review terhadap proses pengadaan barang/jasa di kabupaten Jepara,  dan juga melakukan pengawasan terhadap penggunaan dana desa serta melakukan koordinasi dengan SKPD terkait untuk mencukupi data dan laporan yang diminta oleh BPKP Jawa Tengah agar dapat tepat waktu dan tepat pelaporan,” terangnya.

Kabag Pembangunan Setda Jepara, Edi Marwoto menyampaikan laporan bahwa untuk tahun 2016 pelaporan POK bisa dilaporkan secara online melalui web. Sampai bulan Juni dan akhir Juli seluruh SKPD sudah melaporkan sampai 99 persen kegiatan POK, dan hanya satu SKPD yang belum sama sekali melaporkan POK, yaitu Kecamatan Kedung.

“Untuk pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Jepara sampai bulan Juni tahun 2016 paket yang sudah selesai dilelangkan melalui ULP dan LPSE Kabupaten Jepara sebanyak 182 paket pekerjaan kontruksi (fisik) dan 24 paket pekerjaan non fisik. Dan pekerjaan yang masih berjalan dan pelelangan pada bulan Juni ada 8 paket pekerjaan,” ungkap Edi.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Edi Sujatmiko menyampaikan untuk capaian target fisik maupun realisasi keuangan sampai per 30 Juni 2016 mencapai Rp 884,7 miliar. Jika dibandingkan dengan capain per 30 Juni 2015 hanya mencapai Rp 781,9 miliar, sehingga ada kenaikan mencapai 1,5 persen.

“Untuk realisasi fisik dan keuangan bawah target yaitu di bawah 20 persen ada sekitar 16 SKPD. Dalam pelaksanaan POK ini kita jumpai beberapa hambatan atau tantangan di antaranya rendahnya persentase fisik yang disebabkan proses pelelangan yang baru selesai atau terlambat. Adanya banyaknya waktu libur kerja menjelang Hari Raya dan pasca. Lokasi ada di luar kewenangan pemerinah daerah hal ini terkendala masalah izin,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami