Calon Petinggi di Jepara Dibebani Uang Jaminan

pilpet

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pemilihan petinggi (Pilpet) serentak akan digelar di Kabupaten Jepara, November 2016. Saat ini prosesnya masih dalam tahap persiapan setelah pembentukan panita di masing-masing desa.

Pencalonan petinggu dilakukan terbuka alias demokratis. Siapa saja boleh mencalonkan diri menjadi calon petinggi. Hanya pencalonan kali ini berbeda dengan pencalonan sebelumnya. Calon petinggi dibebani uang jaminan.

Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintahan pada Setda Jepara, Arwin Noor Isdiyanto mengatakan, uang jaminan tersebut dibebankan kepada calon petinggi sebagai bentuk keseriusan calon. Sebab biaya Pilpet tidak lagi dibebankan pada calon melainkan ditanggung APBDes dan APBD.

“Beda dengan Pilpet sebelumnya. Biaya Pilpet dibebankan pada calon. Jadi masing-masing calon iuran. Tetapi sekarang tidak, karena biaya Pilpet ditanggung negara,” ujar Arwin, Senin (1/8/2016).

Menurutnya, uang jaminan hanya sebagai bentuk keseriusan. Sehingga tidak boleh sekadar main-main saja. Apalagi tidak ada biaya pelaksanaan Pilpet yang ditanggung oleh calon.

“Uang jaminan akan dikembalikan ketika proses Pilpet selesai. Baik yang jadi petinggi maupun yang kalah. Jika sebelum pelaksanaan Pilpet mengundurkan diri maka uang itu tidak bisa dikembalikan,” terangnya.

Lebih lanjut dia mengemukakan, besaran uang jaminan ditentukan oleh panitia Pilpet di masing-masing desa. Jadi, sifatnya adalah kesepakatan antar panitia yang menentukan besaran uang jaminan tersebut.

“Kami tidak bisa mengira-ngira berapa besaran uang jaminan. Sebab yang berhak menentukan adalah panitia Pilpet di masing-masing desa,” terangnya.

Dia menambahkan, selain uang jaminan hilang ketika mengundurkan diri dari calon petinggi. Peruntukan uang jaminan yang telah diberikan diserahkan kepada pihak desa. Uang itu bisa digunakan untuk perbaikan infrastruktur maupun yang lainnya.

“Ketika mengundurkan diri, selain uang jaminan hilang juga tidak diperbolehkan mencalonkan diri lagi pada periode berikutnya,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami