Seni di Balik Secangkir Kopi Lelet

Kopi Lelet khas Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kopi Lelet khas Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Bagi para pecinta kopi sejati belum lengkap rasanya kalau belum merasakan nikmatnya Kopi Lelet.  Kopi Lelet ini mempunyai ciri tersendiri cara menikmatinya, yaitu meleletkan ampas kopi ke batang rokok, bisa rokok kretek maupun rokok putih.

Kopi Lelet adalah kopi tradisional yang digiling menjadi sangat halus yang berasal dari Rembang, dan sudah sangat terkenal terutama bagi pecinta dan penikmat kopi lokal. Karena sangat halusnya, ampas kopi tersebut dapat dileletkan di batang rokok.

Kegiatan membatik di batang rokok merupakan kegiatan yang menyatukan rasa seni dan rasa kopi, sehingga dapat menimbulkan kenikmatan tersendiri.

Jika Anda berkunjung ke Rembang, cukup mudah untuk bisa menikmati Kopi Lelet. Sebab, hampir di setiap warung atau angkringan menyediakan Kopi Lelet. Untuk bisa menikmati kopi ini, Anda juga tak perlu merogoh kocek dalam-dalam, karena harganya berkisar Rp 2-3 ribu per cangkir.

Lebih dari itu, Kopi Lelet ini ternyata juga bisa menjadi media silaturrahmi dan menjalin keakraban. Karena, mengobrol atau membincangkan sesuatu bisa lebih rileks dengan ditemani Kopi Lelet. Apalagi dipadu dengan gorengan, akan semakin nikmat.

“Kalau lagi ngobrol sama temen atau rekan-rekan kerja, bisa lebih asyik kalau ditemani Kopi Lelet. Apalagi yang dari luar daerah, pasti penasaran dengan kopi khas Rembang ini,” Mulyono, warga Tasikagung Rembang.

Selain itu, ngopi bareng juga disebutnya untuk media relaksasi dari rasa capek, karena seharian sibuk dengan pekerjaan. “Bila sudah ngopi, rasa capek, suntuk, jenuh setelah bekerja itu bisa langsung plong, hilang. Sehingga di tubuh juga ada rasa semangat dan bugar,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono