Pepaya California dan Thailand Jadi Komoditas Baru di Wedarijaksa Pati

 Solihan mengecek kematangan buah pepaya di kebun miliknya. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Solihan mengecek kematangan buah pepaya di kebun miliknya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kecamatan Wedarijaksa selama ini dikenal sebagai daerah penghasil garam terbesar di Kabupaten Pati. Namun, tak banyak yang tahu bila Wedarijaksa saat ini menjadi salah satu daerah penghasil pepaya California dan Thailand.

Dua jenis pepaya itu yang dijual di berbagai daerah di Pulau Jawa. Salah satu petani pepaya yang berhasil mengembangkan budidaya pepaya California dan Thailand adalah Solehan Arif (52), warga asal Desa Pagerharjo.

“Awalnya hanya saya yang merintis untuk budidaya pepaya. Seiring berjalannya waktu, saat ini sudah ada tujuh petani pepaya di Wedarijaksa. Kita juga sudah ada distributor yang mengambil setiap minggunya untuk dipasarkan di seluruh Pulau Jawa,” ujar Solehan.

Bahkan, mereka saat ini tak hanya menghasilkan buah pepayanya saja, tetapi juga mulai mengembangkan bibit tanaman pepaya yang dijual dalam polyback. Satu bibit tanaman pepaya bisa menghasilkan pendapatkan Rp 4 ribu.

“Penghasilan tak hanya dari buah saja, tetapi juga bibit. Misalnya saja, ada petani yang ingin budidaya pepaya dan ada yang pesan seratus bibit, kita sudah bisa menghasilkan pendapatan Rp 400 ribu,” imbuhnya.

Untuk menanam pepaya diakui tidak sulit dan tidak merepotkan. Cukup disiram tiga kali selama sehari dan diberi pupuk organik setiap seminggu sekali. Pun, hama tanaman pepaya tidak banyak.

“Usaha pertanian pepaya memang saat ini cukup menjanjikan. Penanamannya tidak sulit. Begitu juga dengan perawatannya yang mudah. Di Wedarijaksa, saat ini sudah cukup berkembang pesat,” imbuhnya.

Karena itu, ia berharap agar pepaya bisa menjadi salah satu komoditas unggulan di Pati, selain kelapa kopyor, jeruk pamelo, manggis, dan rambutan. “Kami juga berharap, Dinas Pertanian bisa ikut memberikan penyuluhan, bimbingan dan bantuan untuk meningkatkan komoditas pepaya di Wedarijaksa,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono