Kualitas Pupuk Organik di Kudus Kurang Oke

Untitled-1

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kualitas pupuk organik yang dijual untuk petani di Kudus, diragukan pemkab setempat. Karena, petani tidak minat dengan pupuk organik yang selama ini dijual bebas.

Plt Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kudus Edy Suprayitno melalui petugas pendataan pupuk Muttaqin mengatakan, selama ini para petani ogah menggunakan pupuk organik. Sebaiknya, mereka para petani malah meninggalkannya lantaran banyak yang dianggap tidak beres.

“Dari situlah, kami melakukan uji laboratorium untuk kandungan pupuk. Apakah sesuai dengan apa yang tertera pada bungkusannya ataukah tidak. Sebab, selama ini tidak ada uji laborat tentang hal itu,” kata Muttaqin.

Menurutnya, uji lab dilakukan sejak Juni lalu. Hanya, untuk batas selesainya uji lab masih menunggu dari provinsi. Sebab, pengecekan pupuk organik dilakukan melalui provinsi.

Sebenarnya, kata dia, pihak Petro atau pabrik pembuat pupuk organik sempat memberikan laporan kandungan pupuk berdasarkan uji laborat. Hanya, uji laborat yang diberikan hanyalah dari pihak pabrik, tanpa mengajak pihak pemkab.

Dia menuturkan, para petani juga mengeluhkan keadaan pupuk organik. Sebab, ketika pupuk disebar pada tanah tidak mudah hancur . Bahkan setelah beberapa pekan pupuk makan berupa butiran

“Padahal pupuk yang bagus itu yang mudah menyatu dengan tanah. Itu juga yang diinginkan para petani di Kudus,” imbuhnya

Keluhan para petani, kata dia bukan hanya terjadi di Kudus. Melainkan pula terjadi di seluruh Jateng. Untuk itulah saat rapat di tingkat provinsi selalu disampaikan hal tersebut, hingga akhirnya dilakukan uji lab.

Dia menambahkan, pabrik sudah diajak komunikasi dan membantah kalau pupuk tersebut tidak sesuai kandungan seperti di bungkus. Makanya setuju untuk di uji lab. Dan soal butir yang susah hancur, disebabkan sengaja oleh pabrik. Agar tidak mudah tumbuh rumput.

“Padahal kan tanah yang subur itu, yang banyak rumputnya,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami