Pak Tani! Pupuk Subsidi di Kudus masih Aman

 

pupuk

Petugas pendataan pupuk Muttaqin Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Stok pupuk bersubsidi bagi petani di Kudus, dipastikan cukup hingga akhir tahun. Hal itu dipastikan lantaran memasuki Musim Tanam (MT) III tahun ini, sisa pupuk sekitar  40 persen lebih dari jatah total pupuk.

Plt Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kudus Edy Suprayitno melalui petugas pendataan pupuk Muttaqin mengatakan, selama ini pada MT I dan MT II, hanya menghabiskan pupuk sekitar 60 persen. Hal itu jelas menguntungkan para petani, sehingga tidak ada kelangkaan pupuk.

“Semuanya sudah ditampung dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), jadi kebutuhan pupuk yang didapat akan mampu mencukupi kebutuhan para petani di Kudus selama setahun,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, laporan  tentang stok pupuk secara persis hingga kini masih belum diterimanya. Namun dari pantauan yang dilakukan, 40 persen lebih pupuk memang masih tersedia untuk Kudus. Pupuk tersebut, merupakan jatah alokasi untuk sektor perikanan, perkebunan dan juga perikanan.

Pada tahun ini  Kudus mendapatkan pupuk jenis UREA sejumlah 10 ribu ton. Untuk ZA selama 2016 Kudus mendapatkan jatah pupuk 4260 ton.  SP 36, jumlah yang diterima adalah 1.490 ton, NPK mengalami penurunan dari 7000 ton. dan pupuk organik 4300 ton. Jumlah tersebut akan digunakan untuk Kudus selama setahun penuh.

”Tidak apa-apa, meskipun di bawah tahun sebelumya, namun masih ada sisa dari tahun sebelumnya di 2015 sebesar. Jadi tidak menjadi kendala meski yang kami dapat di bawah usulan,” ujarnya.

Jika nanti selama MT III kurang, kata dia, dapat dimintakan penambahan pasokan untuk Kudus ke provinsi. Hal itu diperbolehkan jika memang pasokannya habis.

“Jadi petani tidak usah risau,sebab pasti akan tercukupi kebutuhan pupuk untuk semua sektor,” jelasnya.

Sementara untuk ketersediaan pupuk hingga kini diklaim mudah. Para petani mudah mendapatkan pupuk untuk kebutuhan pertanian. Khususnya, bagi para petani yang masuk dalam kelompok tadi, yang mana otomatis masuk dalam RDKK.

Editor : Akrom Hazami