Kepala KPP Pratama Jepara: Manfaatkan Program Pengampunan Pajak

pajak

Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jepara, Endaryono. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ) 

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jepara, Endaryono menyatakan bahwa pemerintah telah membuat program dan aturan mengenai pengampunan pajak. Program tersebut semestinya mampu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh wajib pajak, termasuk yang ada di wilayah Kabupaten Jepara.

“Manfaatkan program pengampunan pajak. Program ini sangat bagus, karena selama ini mereka (wajib pajak-red) masih banyak yang takut dengan urusan pajak. Dengan memanfaatkan program ini, maka mereka tidak perlu khawatir untuk ditagih pajaknya sebagaimana mestinya, cukup membayar tarif yang telah ditentukan dalam program ini,” ujar Endaryono kepada MuriaNewsCom, Jumat (15/7/2016).

Menurutnya, dalam program pengampunan pajak tersebut ada tiga hal yang ditekankan dan menjadi tagline, yakni Ungkap, Tebus dan Lega. Maksudnya, ‘Ungkap’ adalah sebuah pernyataan dari wajib pajak untuk bersedia melaporkan seluruh kekayaan, baik yang berwujud maupun tidak berwujud. Baik bergerak maupun tidak bergerak, baik yang digunakan untuk usaha maupun tidak, dan baik yang di dalam negeri maupun di luar negeri yang belum dilaporkan dalam SPT Tahunan PPh terakhir.

“Belum dilaporkannya kekayaan tersebut bisa disebabkan karena kelalaian atau keadaan di luar kekuasaan yang dialami wajib pajak sehingga kolom harta dan utang dalam SPT Tahunan PPh belum diisi dengan benar, lengkap dan jelas,” terangnya.

Sedangan untuk kata ‘Tebus’, maksudnya adalah pembayaran sejumlah uang ke kas Negara untuk mendapatkan amnesti pajak berupa pelepasan hak Negara untuk menagih pajak yang seharusnya terutang dari pengungkapan yang dilakukan oleh wajib pajak pada Dirjen pajak. Uang tebusan atas amnesti pajak dihitung dengan cara mengalikan taruf uang tebusan dengan nilai harta bersih yang telah diungkapkan oleh wajib pajak.

“Dan untuk kata ‘Lega’ sendiri, maksudnya adalah perasaan yang nantinya akan menaungi wajib pajak manakala mereka telah memanfaatkan pengampunan pajak. Dengan diterimanya pengampunan pajak, wajib pajak akan mendapatkan penghapusan atas pajak yang seharusnya terutang sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan untuk kewajiban perpajakan sebelum 15 Desember 2015,” terangnya.

Editor : Akrom Hazami