PEMBUNUHAN DI PATI : Reka Ulang Pembunuhan Harsiwi di Kebun Tebu Pati Dijaga Seratus Polisi

reka ulang e

Rekonstruksi pembunuhan Harsiwi yang dilaksanakan di kebun tebu Dukuh Kebon, Wedarijaksa, Pati, Selasa (31/5/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Rekonstruksi ulang kasus pembunuhan Harsiwi di kawasan kebun tebu Dukuh Kebon, Desa Wedarijaksa, Pati, Selasa (31/5/2016), dikawal ketat polisi. Sedikitnya seratus personel gabungan dari Polsek Wedarijaksa dan Polres Pati dikerahkan untuk mengamankan jalannya rekonstruksi.

Ada dua tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan rekonstruksi. TKP pertama di lapangan olahraga Desa Wedarijaksa, tepatnya di sekitar tiang bendera. TKP kedua di kebun tebu milik Kepala Dusun Kebon, Matsuri.

“Untuk TKP pertama, ada lima adegan yang diperagakan. Sedangkan TKP kedua, sebanyak 16 adegan diperagakan. Kita perketat keamanan rekonstruksi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Terlebih, banyak warga yang menyaksikan reka ulang kasus pembunuhan tersebut,” ujar Kapolsek Wedarijaksa AKP Sulistyaningrum kepada MuriaNewsCom.

Tak hanya pihak kepolisian, rekonstruksi juga dihadiri jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Pati Ari Kuswandi dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pati yang diwakili Yogo. Dari rekonstruksi tersebut, Sujito alias Sampit yang berperan sebagai eksekutor pembunuhan terlihat mendorong korban dan menarik syal di leher korban.

“Setelah korban jatuh tertelungkup, kaki kanan pelaku menindih punggung korban, tangan kiri memegang syal, dan tangan kanan memukuli wajah korban. Setelah itu, tersangka mengikat leher korban dengan syal, lalu mengikat kedua tangannya ke belakang menggunakan syal,” tukas Kasat Reskrim Polres Pati AKP Agung Setyo Budi.

Rekonstruksi itu kemudian dilanjut di Gapura Desa Payang, Kecamatan Pati di mana Sujito bertemu dengan Mahmudan, otak di balik pembunuhan Harsiwi. Sujito menagih uang Rp 2 juta yang dijanjikan Mahmudan bila sudah menghabisi Harsiwi.

“Di TKP ini, Sujito menagih uang pembayaran kepada Mahmudan dengan menggunakan sepeda motor Beat milik korban, sedangkan Mahmudan menggunakan sepeda motor smash. Meski sempat dipadati warga yang menonton, tapi rekonstruksi berjalan lancar, aman, dan kondusif,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

PEMBUNUHAN DI PATI :  Mayat Perempuan Terikat Syal di Kebun Tebu Wedarijaksa