Alfamart di Gembong Pati Ternyata Izinnya Toko Kelontong

Jpeg

Alfamart di dekat pasar tradisional Gembong masih beroperasi dengan logo Alfamart ditutup kain putih, lantaran tidak mengantongi izin toko modern. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Minimarket Alfamart yang berada di dekat Pasar Gembong ditutup paksa, lantaran pengajuan izin awalnya adalah toko kelontong. Logo Alfamart pun ditutup kain putih hingga pemilik Alfamart mengantongi izin toko modern.

Camat Gembong Edwin Riyono Chris Indianto kepada MuriaNewsCom, Senin (30/5/2016) mengatakan, Suwarti sebagai pemilik Alfamart awalnya mengajukan izin akan mendirikan toko kelontong yang berada sekitar 20 meter dari pasar tradisional Gembong. Namun, toko yang semula izinya toko kelontong ternyata Alfamart.

Sontak, sikap tersebut membuat pemerintah kecamatan geram dan meminta kepada pemilik untuk memperbaiki izin. “Pengajuan izin awalnya toko kelontong, sehingga tidak masalah karena berdekatan dengan pasar tradisional. Tidak tahunya, tiba-tiba yang berdiri adalah Alfamart,” tutur Edwin.

Ia menambahkan, pemerintah kecamatan melarang Alfamart tersebut beroperasi sepanjang pemiliknya belum mengajukan izin usaha toko modern (IUTM) sesuai dengan Perbup Nomor 60 Tahun 2012 tentang Penataan Minimarket. Akibatnya, operasional Alfamart di Gembong tidak diperbolehkan menggunakan plastik, struk, dan semua barang Alfamart.

Namun, per Senin (30/5/2016), toko tersebut masih nekat buka dengan sistem operasi komputer Alfamart. Sejumlah konsumen beberapa kali terlihat belanja di toko tersebut yang saat ini sudah tidak menggunakan brand Alfamart pada bagian depan.

Sementara itu, pemilik Alfamart tidak ada di tempat saat dicoba dikonfirmasi MuriaNewsCom. Karyawan pun enggan memberikan nomor telepon pemilik. “Tadi pagi di sini, tapi dia baru saja pergi,” paparnya singkat.

Editor : Akrom Hazami