Jalan Pertanian di Blora Rusak Parah, Warga Minta Perhatian Pemkab

Jalan pertanian rusak parah di Dukuh Doyok, Desa Kemiri, Kunduran, Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Jalan pertanian rusak parah di Dukuh Doyok, Desa Kemiri, Kunduran, Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Jalan pertanian sepanjang tiga kilometer yang ada di Dukuh Doyok, Desa Kemiri, Kunduran, Blora rusak parah. Kerusakan tersebut ditengarai oleh seringnya truk pengangkut hasil pertanian dan peternakan di daerah tersebut.

Yudi Noor (34), warga setempat, mengaku bahwa kerusakan jalan tersebut sejak musim panen pertama hingga musim panen kedua. Pasalnya, seusai panen, banyak kendaraan rda empat yang melewati jalur tersebut.

Ia juga merasa kesulitan ketika harus melewati jalur tersebut ketika hendak ke sawah. ”Rekoso banget, jalan berupa lumpur yang naik sepeda harus dituntun,” kata Yudi.

Dia memerinci kerusakan jalan terlihat mulai dari jalan dengan lebar lima meter di sebelah timur  dukuh Doyok hingga pertigaan makam. Akses transportasi sepanjang 1,5 kilometer tersebut memang masih berbatu yang rusak akibat guyuran hujan dan tonase yang lemah.

Untuk kerusakan kedua, dari pertigaan makam memasuki jalan setapak bekas rel kereta api. ”Jalan sejauh dua kilometer dengan lebar tiga meter itu tidak bisa dilewati sepeda motor,” ungkapnya.

Hutomo, Kepala Dukuh Doyok, mengaku, bahwa akses mobilisasi pertanian yang melewati jalan tersebut sangatlah vital. Setiap hari dilewati warga Dukuh Ngriking, Kemiri, Nglahar, Ngrejeng, Kodokan dan beberapa desa lain untuk mengambil rumput pakan ternak sapi di lahan Perhutani BKPH Ngrangkang.

”Pemdes sudah pernah memprogramkan berupa proyek pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT). Namun realisasinya nihil. Kita belum tahu kapan akan dibangun,” ujarnya.

Dia mengharapkan supaya Bupati Blora Djoko Nugroho melalui SKPD terkait dan anggota DPRD Kabupaten Blora dapat memprogramkan pembangunan JUT. Sehingga ribuan petani yang melewati jalan tersebut dapat lancar.

”Kalau tidak tahun ini, Pemkab dan DPRD bisa memprogramkan pada tahun 2017 atau tahun 2018,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi