Digeruduk Ratusan Pengunjung, Kades Banjarejo Pede Jadi Pemandu

Ratusan pelajar dari SMPN 1 Gabus melihat ratusan koleksi benda purbakala saat melangsungkan kunjungan ke Desa Banjarejo. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ratusan pelajar dari SMPN 1 Gabus melihat ratusan koleksi benda purbakala saat melangsungkan kunjungan ke Desa Banjarejo. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Ratusan pelajar dari SMPN 1 Gabus, Selasa (24/5/2016) melangsungkan kunjungan ke “Museum Banjarejo”. Rombongan pelajar yang didampingi para pengajar tersebut datang ke Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus menggunakan dua bus dan beberapa mobil.

“Tamu saya hari ini banyak banget dari rombongan SMPN 1 Gabus. Saya merasa bangga dan mengucapkan terima kasih atas kesediaan mereka berkunjung ke sini,” kata Kades Banjarejo Ahmad Taufik.

Berbeda dengan sebelumnya, meski didatangi ratusan orang, Taufik tidak terlihat gugup untuk memberikan penjelasan seputar sejarah benda purbakala dan cagar budaya yang untuk sementara disimpan di rumahnya. Dibantu beberapa anggota komunitas Pecinta Fosil (Komcil) Banjarejo, Taufik dengan ramah menjawab pertanyaan yang dilontarkan para siswa maupun guru.

“Beberapa waktu lalu, saya dan anggota Komcil sudah sempat belajar soal benda purbakala di Museum Sangiran. Jadi, sekarang wawasannya sudah tambah banyak. Makanya, sekarang bisa menjelaskan dengan lebih baik dibandingkan dulu,” katanya sembari tertawa.

Menurutnya, saat ini, pengenalan benda purbakala yang ada juga jauh lebih mudah.  Sebab, sebagian besar benda purbakala yang ditemukan selama ini sudah dilabeli oleh tim dari BPSMP Sangiran saat melangsungkan penelitian di Banjarejo bulan Maret lalu.

Taufik menambahkan, selama ini, memang sudah banyak pengunjung dari rombongan siswa sekolah. Baik sekolah dari wilayah Grobogan maupun luar kota. Selain melihat koleksi mereka juga mendapat tugas dari sekolah untuk membuat laporan kegiatan.

“Terus terang, kepedulian dari berbagai pihak yang sudah berkunjung kesini membuat kami bahagia. Kami harapkan, dengan perhatian ini akan memudahkan mimpi kami untuk memiliki museum,” imbuh pria yang hobi naik gunung itu.

Editor : Akrom Hazami