Catat, Perda Miras di Jepara Nol Persen Alkohol

Petugas Satpol PP Jepara saat melakukan razia miras belum lama ini. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Petugas Satpol PP Jepara saat melakukan razia miras belum lama ini. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kabupaten Jepara memiliki aturan pelarangan minuman keras (Miras) maupun Minuman Beralkohol (Minol), yang terdapat dalam Peraturan Daerah (Perda) nomor 2 tahun 2013. Hal itu sebagai bukti bahwa semua jenis Miras di Kabupaten Jepara dilarang.

Meski begitu, adanya Perda tersebut tak semata-mata mampu menghilangkan minuman haram tersebut hilang dari kota ukir. Pasalnya, petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jepara masih kerap menemukan barang bukti Miras dari hasil razia yang dilakukan.

Kepala Satpol PP Jepara, Trisno Santosa mengatakan, pihaknya selalu menggalakkan razia ke sejumlah tempat ang diduga menjadi tempat peredaran Miras. Dari hasil razianya, banyak ditemukan miras berbagai merk dan kemasan masih banyak beredar di masyarakat.

”Di dalam Perda sudah jelas, Jepara 0 persen alkhohol. Sudah sering kami razia, bahkan di tempat yang semula ditemukan barang bukti, ketika dirazia lagi juga masih ada lagi. Mereka tidak jera meskipun usdah diberi sanksi,” ujar Trisno kepada MuriaNewsCom, Selasa (24/5/2016).

Lebih lanjut dia mengemukakan, dalam Perda Nomor 2 Tahun 2013 sudah disebutkan, bahwa penggunaan minuman beralkohol di Jepara hanya dibolehkan untuk ritual keagamaan, upacara adat, pengobatan, dan tamu hotel berbintang.

Berkait dengan sanksi bagi penjual minol, ditambahkan Trisno, jika seorang pedagang baru sekali terjaring razia minol, maka hanya diberi peringatan dengan mengisi surat pernyataan. Tapi jika sudah terjaring razia berulang kali akan dikenakan sanksi Tipiring.

”Sanksi tipiring pidana tiga bulan dan denda maksimal Rp 50 juta. Tapi biasanya putusan hakim tidak maksimal, kelihatannya celah itu yang dimanfaatkan penjual,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi