Trik SMAN 1 Toroh Grobogan Menuju Sekolah Adiwiyata

Kepala SMA 1 Toroh Aris Supriyadi menunjukan salah satu hidroponik di sekolahnya. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kepala SMA 1 Toroh Aris Supriyadi menunjukan salah satu hidroponik di sekolahnya. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Beragam cara dilakukan pihak SMAN 1 Toroh dalam upaya menuju sekolah Adiwiyata.  Salah satunya dengan membuat hidroponik set yang diletakan di setiap sudut sekolah.

Kepala SMAN 1 Toroh Aris Supriyadi mengatakan pihaknya membuat kebijakan satu guru bertanggungjawab pada satu hidroponik set. Tak hanya itu, setiap kelas juga bertanggungjawab pada satu hidroponik set. Jumlah keseluruhan yang sudah dibuat ada 55 set hidroponik. Hidroponik itu ditanami berbagai macam tanaman jenis sayuran.

’’Totalnya, ada 55 set hidroponik yang kami miliki. Sebanyak 25 set dirawat siswa dan 30 set lainnya jadi tanggungjawab guru,” katanya pada wartawan.

Selain mengembangkan Hidroponik, pihaknya juga menanam tanaman apotek hidup di setiap taman sekolah. Kemudian, pihaknya juga membuat kolam lele sebagai media pendidikan siswa. ’’Kolam lele ini produksinya tidak banyak. Soalnya, untuk media pendidikan, sosial, dan sedikit pembelajaran ekonomi pada siswa,” jelas Aris.

Di samping itu, sejak beberapa waktu lalu pihak sekolah juga sudah menerapkan zero plastik. Yang mana, penggunaan barang maupun sampah dari plastik sudah ditekan semaksimal mungkin.

Para siswa juga membuat pakta integritas untuk ikut menjaga ketertiban, kebersihan, kerapian, dan kerindangan. Selain siswa, pakta integritas ini juga ditandatangani komite sekolah, dan pihak sekolah. Dengan begitu, mereka akan bisa saling mengingatkan.

Untuk menuju sekolah adiwiyata, lanjut Aris, pihaknya juga menggandeng instansi pemerintahan terkait. Yakni, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura serta Badan Lingkungan Hidup.

“Bagi siswa yang melanggar aturan, hukuman yang diberikan diarahkan pada hal yang berkaitan dengan kebersihan. Peralatan untuk kebersihan sudah kita siapkan,” sambungnya.

Aris menambahkan, dalam meraih sekolah adiwiyata, ada empat hal penting yang perlu diperhatikan. Yakni kebijakan sekolah, pelaksanaan dalam kurikulum, sarana prasarana dan partisipasi siswa. Saat ini, keempat kriteria itu sudah dipenuhi sekolahnya.

Editor : Akrom Hazami