PEMBUNUHAN DI PATI : Minta Dikawin Siri, Harsiwi Dibunuh di Kebun Tebu Wedarijaksa

Sujito berperan sebagai eksekutor dalam pembunuhan Harsiwi di kebun tebu Dukuh Kebon, Wedarijaksa. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sujito berperan sebagai eksekutor dalam pembunuhan Harsiwi di kebun tebu Dukuh Kebon, Wedarijaksa. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Petugas kepolisian berhasil mengungkap motif di balik pembunuhan Harsiwi (45), warga Kaborongan, Pati Lor yang ditemukan tewas di kabun tebu Dukuh Kebon, Wedarijaksa, tak lama ini.

Motif itu terungkap, setelah polisi membekuk dua orang tersangka, Sujito warga Ngurenrejo sebagai eksekutor dan Mahmudan warga Wonorejo sebagai otak di balik pembunuhan. “Dari hasil penyidikan, hubungan asmara menjadi penyebab korban dibunuh,” ujar Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo, Senin (23/5/2016).

Sebelum pembunuhan terjadi, Harsiwi acapkali bertandang ke rumah Mahmudan. Tak sekadar bertamu, Harsiwi meminta kepada Mahmudan untuk dikawin siri.

Mahmudan mengaku, Harsiwi sangat mencintainya sehingga rela dinikah siri lantaran Mahmudan sudah memiliki istri. Sementara itu, Mahmudan menolak permintaan Harsiwi karena sudah punya istri dan dua anak.

Sebelumnya, keduanya sempat menjalin hubungan asmara. Namun, Mahmudan merasa terganggu, setelah Harsiwi memintanya untuk dikawin siri. Hubungan mereka pun sempat diketahui istri Mahmudan.

“Masalah itu sudah menjadi persoalan keluarga. Dalam posisi kebingungan, Mahmudan mendatangi Sujito dan menceritakan persoalan yang dihadapi. Dari hasil pertemuan itu, Mahmudan akhirnya meminta Sujito menghabisi Harsiwi dengan imbalan Rp 2 juta,” ungkap Kompol Sundoyo.

Tak butuh waktu lama, Sujito menghubungi Harsiwi untuk bertemu di sebuah lokasi yang tidak jauh dari TKP pembunuhan. Harsiwi pun akhirnya dihabisi dengan dipukul, diinjak, dan dibuang di lahan tebu.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

PEMBUNUHAN DI PATI : Ini Pembunuh Perempuan Bersyal di Kebun Tebu Wedarijaksa Pati