Angkut Minyak Tanah Ilegal, 3 Warga Jawa Timur Diamankan Polres Blora

Tiga pelaku beserta satu unit truk tanki yang memuat minyak tanah olahan tradisional. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Tiga pelaku beserta satu unit truk tanki yang memuat minyak tanah olahan tradisional. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Tiga pembawa dan minyak bumi jenis minyak tanah olahan tanpa izin (ilegal) diamankan tim Resmob Satreskrim Polres Blora, Minggu (22/5/2016) malam.

Ketiga pelaku yakni M Israwan (25) warga Sumbertlaseh, Kecamatan Dander, Bojonegoro, Jawa Timur, Lasiran (46) warga Desa Kapas, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, Jawa Timur dan Anton Setyo Wahyudi (25) kernet warga  Desa Gubeng, Kecamatan Gubeng,  Kota Surabaya.

Polisi berhasil menangkap setelah mendapat laporan dari Puji Miharyanto dan Sumarjo. Keduanya  merupakan anggota Resmob Satreskrim Polres Blora.

Dari keterangan Polres Blora, sekitar pukul 19.00 WIB, Minggu (22/5/2016) malam, pelapor beserta saksi melakukan patroli ke arah Desa Nglebur, Jiken, dan melihat truk tangki dengan nopol S 9031 UB menuju arah Pos Cabak. Karena Curiga, pelapor menghentikan kendaraan truk tangki tersebut dan setelah dilakukan pemeriksaan ternyata mengangkut minyak tanah hasil olahan tradisional dari Wonocolo Bojonegoro tanpa dilengkapi surat-surat sebagai dasar legalitas dari pejabat yang berwenang.

Bersamaan dengan itu, kini kini ketiga pelaku bersamaan dengan truk tangki dengan kapasitas muat 5.000 liter beserta muatannya telah diamankan di Mapolres Blora. Dalam hal ini pelaku melanggar pasal 53 huruf b UU RI Nomor  22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi Juncto pasal 55 KUHP. Dengan ancaman hukuman penjara paling lama 4 th dan denda paling tinggi Rp 40 miliar.

Editor: Supriyadi