Jelang Ramadan, Harga Sembako di Jepara Naik

Salah seorang pedagang sedang melayani pembeli di Pasar Jepara Satu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Salah seorang pedagang sedang melayani pembeli di Pasar Jepara Satu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Menjelang bulan suci Ramadan tahun 2016 ini, sejumlah harga barang kebutuhan sehari-hari masyarakat mengalami kenaikan. Hal itu terjadi diduga diakibatkan turunnya pendapatan pedagang lantaran konsumen atau masyarakat mulai mengontrol pengeluaran sehari-hari.

Hal itu seperti yang terjadi di Pasar Jepara Satu (Ratu). Beberapa barang kebutuhan masyarakat yang naik seperti minyak goring kemasan per liter. Dari harga Rp 10 ribu menjadi Rp 12 ribu. Kemudian bawang merah, dari harga Rp 40 ribu per kilogram menjadi Rp 45 ribu per kilogram. Begitu pula dengan harga gula pasir, gula jawa, kecap, beras dan sembako lainnya.

”Sementara harga cabai merah dan rawit tetap stabil. Yaitu, Rp 10 ribu per kilogram untuk rawit dan Rp 15 ribu per kilogram untuk cabai merah. Paling tinggi kenaikan gula Jawa. Dari Rp 13 ribu per kilogram menjadi Rp 19 ribu per kilogram,” ujar salah seorang pedagang di pasar Ratu, Siti Maimunah kepada MuriaNewsCom, Jumat (20/5/2016).

Menurutnya, kenaikan harga barang kebutuhan masyarakat itu juga berpengaruh pada pendapatannya. Jika biasanya dalamsehari laku sampai 10 kilogram. Namun, sekarang hanya di kisaran 5 kilogram. ”Selain itu, harga naik pembeli tambah sepi,” katanya.

Hal senada juga dikatakan Mendarwati, pedagang lain. Menurutnya, kenaikan sembako terjadi secara bertahap. Sejak sekitar dua pekan lalu, harga terus naik. Tidak kurang dari lima kali. Misalnya minyak kemasan.

”Pertama Rp 118 ribu per kardus. Kemudian naik menjadi Rp 120 ribu. Kemudian Rp 128 ribu. Harga terakhir Rp 133 ribu per kardus,” katanya.

Sementara itu, salah satu pembeli di Pasar Ratu, Sumiyatun mengatakan, harga sembako mulai naik sejak beberapa hari terakhir ini. Untuk itu, sebagai ibu rumah tangga, dirinya merasa perlu mengontrol pengeluaran. Salah satunya, dengan meminimalisasi pengeluaran.

”Saya membeli sembako sesuai kebutuhan saja. Mungkin harga kembali normal sampai lebaran nanti selesai, karena pengalaman tahun-tahun sebelumnya begitu,” katanya.

Editor: Supriyadi