Dinsos Blora Kewalahan Ladeni Pertanyaan Pencairan Kartu Sakti Jokowi

Hartanto Wibowo, Kabid Sosial Disnakertransos Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Hartanto Wibowo, Kabid Sosial Disnakertransos Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Blora mengaku kewalahan meladeni pertanyaan para penerima kartu keluarga sehat (KKS) atau yang sering disebut kartu sakti Jokowi.

Hartanto Wibowo, kepala Bidang sosial mengaku bahwa pihaknya tidak tahu menahu perihal pencairan KKS itu. Apalagi dalam pendistribusian kartu, pihaknya tidak dilibatkan. Hal itu yang membuat pihaknya kelimpungan ketika ada salah seorang penerima kartu yang lazim disebut kartu sakti Jokowi.

”Dari data yang ada, penerima KKS di Blora mencapai 72.358 KK. Kami justru  mengetahui data tersebut dari Kementerian Sosial yang di email,” kata Hartanto kepada MuriaNewsCom (20/5/2016).

Menurutnya, ketika ada bantuan yang sifatnya kemiskinan, masyarakat menganggap bahwa itu menjadi kewenangan Dinsos setempat. Namun, yang terjadi, kata dia, kali ini berbeda.

Berhubung pendistribusiannya melalui kantor pos yang mana langsung diserahkan kepada masing-masing Desa. Sehingga pihaknya tidak tahu menahu. ”Itu pendistribusiannya melalui kantor pos, jadi kami tidak tahu menahu,” ungkap Tanto.

Menurut Tanto, KKS dibagikan melalui kantorpos pada Maret lalu. Meski mengku tidak tahu menahu terkait program tersebut, sayangnya banyak masyarakat yang bertanya ke Dinsos. Sebab, banyak masyarakat yang mengira semua program yang berhubungan dengan bantuan kemiskinan  ada di Dinsos.

Dalam menepis kebingungannya itu, Hartanto mengaku telah membuat nota dinas kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Blora untuk memohon petunjuk perihal KKS itu. ”Kami sudah layangkan nota dinas ke Pak Sekda,” jelasnya.

Editor: Supriyadi