Sambut Tradisi Ruwahan, Penjual Daging Ayam di Blora Untung Besar

Pedagang daging ayam di Pasar Induk Blora sedang menanti pembeli. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Pedagang daging ayam di Pasar Induk Blora sedang menanti pembeli. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Masuknya bulan Syakban atau ruwah memang menjadi momen tersendiri bagi penjual daging di Kabupaten Blora. Ini lantaran, banyak masyarakat yang membutuhkan daging ayam guna acara slametan tradisi ruwahan jelang masuknya bulan Ramadan.

Herlin (40) salah satu penjual daging ayam potong di Pasar Induk mengaku mendapatkan peruntungan atas banyaknya warga yang mencari daging ayam. Saat-saat seperti ini, dalam sehari ia bisa menjual 60 kilogram. Hal itu naik 100 persen, ketimbang hari biasa ketika ia mampu menjual 30 kilgram dalam sehari.

”Kalau ada pesanan, malah lebih dari 60 kilo dalam sehari,” ujar Herlin, Kamis (19/5/2016).

Meski banyaknya permintaan pada saat ini, tidak ada kenaikan harga dalam pejualan. Ia pun masih menjual daging ayam Rp 28 ribu per kilogram.

Menurut dia, kenaikan harga daging ayam akan terjadi pada pertengahan bulan ramdhan. ”Pada awal bulan Ramadan, biasanya harganya turun. Di pertengahan kenaikan bisa sampai Rp 35 ribu perkilogram,” kata dia.

Meski begitu, di bulan Ramadan harga daging ayam tidak menentu. Kadang langsung naik tinggi, dan tiba-tiba turun drastis. Hanya, ia mengaku tidak pernah kelangkaan stok daging ayam.

”Ya selama ini belum pernah terjadi kelangkaan, ayam yang kami jual pun dari wilayah Blora sendiri,” imbuhnya

Terpisah, Maskur, kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Blora mengungkapkan, bahwa pihakanya mengaku akan memantau harga-harga kebutuhan pokok masyarakat. Menurutnya, jika harga kebutuhan mengalami kenaikan yang sangat tajam, dan tidak bisa di tolerir, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak provinsi.

”Kami juga akan melakukan operasi pasar, ketika harga-harga mengalami lonjakan yang tidak bisa ditolerir lagi,” ujarnya.

Editor: Supriyadi