Dewan Minta Satpol PP Tegas Tutup Kafe Karaoke

ilustrasi

ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Kudus – Imbauan  yang disampaikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kudus agar lokasi kafe karaoke di wilayah ini ditutup menjelang puasa, disetujui kalangan legislatif.

Anggota Komisi A DPRD Kudus Nur Khabsyin menyatakan dukungannya, atas tuntutan MUI agar tempat karaoke dan hiburan malam yang ada di Kudus ditutup secara keseluruhan.

”Ini merupakan amanat perda, di mana karaoke maupun tempat hiburan malam beroperasi di wilayah Kabupaten Kudus. Jadi saya dukung apa yang disampaikan MUI,” kata Khabsyin, Kamis (19/5/2016).

Khabsyin mengatakan, meski saat ini perda tentang karaoke dan tempat hiburan di Kudus tengah dijudicial review di Mahkamah Agung (MA), namun hal itu tidak berarti penegakan atas aturan dalam perda tersebut berhenti.

Sebelum ada putusan hukum yang tetap dari Mahkamah Agung, pemkab harus melaksanakan seluruh isi perda tersebut tanpa terkeculai. ”Jadi, meski saat ini masih proses gugatan, tapi pelaksanaan perda harus tetap jalan,” tandasnya.

Sebagaimana diberitakan, MUI Kudus menginginkan supaya Pemkab Kudus bisa menutup tempat kafe karaoke yang masih buka hingga saat ini. Apalagi menjelang datangnya bulan Ramadan.

Ketua MUI Kudus Ahmad Hamdani mendesak Pemkab Kudus melakukan langkah tegas, untuk menutup tempat kafe dan karaoke yang ada di wilayah Kudus. ”Pasalnya, hingga kini masih banyak kafe karaoke yang buka. Termasuk tempat hiburan lainnya,” terangnya, Kamis (19/5/2016).

Menurut Hamdani, sebenarnya penutupan kafe karaoke serta tempat hiburan malam tidak hanya saat menyambut bulan Ramadan saja. Apalagi, pemkab saat ini sudah memiliki peraturan daerah (perda) yang berisi larangan adanya tempat karaoke maupun hiburan malam.

Editor: Merie