Kena DB, Siswa MI Muhammadiyah 1 Kudus Kerjakan US dengan Tangan Diinfus

Para peserta ujian sekolah saat mengikuti ujian. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Para peserta ujian sekolah saat mengikuti ujian. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ujian Sekolah (US) hari terakhir yang digelar hari ini memang sudah berjalan. Meski begitu, beberapa siswa harus kerja keras menyelesaikan ujian tersebut

Salah satunya adalah siswa MI Muhammdiyah, Dinda Hamidah. Ia terpaksa mengerjakan soal dengan tangan diinfus karena harus menjalani perawatan intensif setelah didiagnosa Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kepala MI Muhammdiyah 1 Kudus Saiful Umam membenarkan, Dinda Hamidah harus bejibaku dengan rasa sakit saat mengikuti ujian hari terakhir. Apalagi, trombositnya sempat melemah.

“Sebenarnya komunikasi dengan pihak UPT sudah dilakukan, kami meminta agar dapat melaksanakan ujian di rumah, hanya pihak UPT tidak memperbolehkan dan meminta ikut susulan,” katanya

Mendengar kabar itu, Dinda pun menolak jika harus mengikuti ujian susulan. Ia pun bersikeras mengikuti ujian di sekolah bersama dengan teman temannya.

Dia menambahkan, Dinda menggunakan infus hari pertama ujian Senin lalu. Kemudian hari kedua tidak menggunakan infus karena tergesa-gesa harus berangkat ke sekolah, tapi setelah ujian langsung diperiksakan ke klinik Asyifa.

”Kalau sekarang kondisinya sudah baik, trombositnya sudah mulai naik yakni 148. Kondisinya juga sudah membaik,” ujarnya.

Meski begitu, pihak sekolah tetap memberikan perhatian khusus, dikhawatirkan drop, dan saat ujian berlangsung sudah disiapkan unit kesehatan sekolah (UKS) jika tidak kuat mengerjakan di kelas.

Editor: Supriyadi