Manfaatkan Tumbuhan Herbal, ODHA di Pati Akan Bikin Obat HIV/AIDS

hiv 2 e

Ari Subekti (ketiga dari kanan) menjelaskan kelangkaan obat ARV jenis lamivudine di Pati saat berada di Gudang Farmasi Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Langkanya ketersediaan obat HIV/AIDS jenis lamivudine sediaan tunggal membuat orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Pati berpikir keras supaya bisa bertahan hidup. Salah satunya dengan memanfaatkan tumbuhan herbal sebagai obat pengganti alternatif.

Koordinator Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Rumah Matahari, Ari Subekti, Selasa (17/5/2016) mengatakan, jenis tumbuhan yang bisa dijadikan obat pengganti alternatif di antaranya temulawak, bintangur, kantong semar, anggrek raksasa, dan candan.

“Temulawak bisa meningkatkan nafsu makan dan meningkatkan kekebalan tubuh. Dengan demikian, penyakit tidak mudah datang. Sebab, prinsip obat ARV adalah membantu ODHA agar sistem kekebalan tubuhnya stabil,” kata Ari.

Sementara itu, pohon bintangur selama ini dipercaya bisa menggantikan peran obat ARV untuk ODHA. Ia berharap agar pemerintah juga mengembangkan obat HIV/AIDS dari alam, sehingga ketergantungan pada obat kimia bisa diantisipasi.

“Sebetulnya obat herbal itu bagus. Sayangnya, obat HIV/AIDS dari herbal belum banyak dikembangkan. Terlebih, kebanyakan tanaman itu adanya dari luar Jawa. Namun, kita coba untuk temulawak. Lagi-lagi, kita terkendala upaya produksi dalam jumlah banyak. Kita akan pertimbangkan lebih lanjut,” tandasnya.

Editor : Akrom Hazami