PMI Blora Desak DPR Resmikan RUU Kepalangmerahan

blora-pmi (e)

Aksi pembubuhan tanda tangan mendesak disahkannya RUU Kepalangmerahan, saat acara car free day (CFD) di Alun-alun Blora, Minggu (15/5/2016). MuriaNewsCom (Rifqi Gozali)

 

 

MuriaNewsCom, Blora – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Blora mendesak DPR agar segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kepalangmerahan.

Bersamaan dengan hari Palang Merah, PMI Blora menggelar Fun Walk RUU Kepalangmerahan, yang dilaksanakan bersamaan dengan car free day (CFD), di Alun-alun Blora, Minggu (15/5/2016).

Aksi tersebut dilakukan sebagai upaya penyebarluasan pesan kepada masyarakat bahwa 1 negara 1 lambang, serta Undang-Undang Kepalangmerahan akan memulihkan fungsi lambang sebagai lambang yang netral.

Aksi tersebut dilakukan seluruh unsur PMI, baik pengurus staf maskas maupun sukarelawan, dengan berjalan mengelilingi Alun-alun Blora dengan membawa poster yang berisi ajakan kepada masyarakat untuk mendukung agar RUU Kepalangmerahan segera disahkan.

Dukungan ditandai dengan pembubuhan tanda tangan yang ada di kain putih. Selanjutnya, tanda tangan tersebut akan disampaikan kepada PMI Pusat, yang mana akan diberikan kepada DPR.

Umi Kulsum, kepala PMI Blora mengungkapkan, bahwa PMI dimanapun untuk siapapun. Hal itu terus akan dilakukan khususnya di Blora. Dalam setiap momen apapun, PMI harus hadir terkhusus misi kemanusiaan.

”RUU Kepalangmerahan sangat penting bagi Indonesia, karena akan memberikan kepastian hukum perlindungan kepada sukarelawan kemanusiaan,” ujar Umi Kulsum.

Menurutnya, dengan disahkannya RUU itu akan berimbas bagi bantuan yang diberikan kepada masyarakat akan lebih berkualitas, cepat, tepat dan lebih luas. Tak lupa serta memegang tujuh prinsip kepalangmerahan yaitu kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan.

Umi menambahkan, masyarakat akan mendapat kepastian bahwa bantuan dan pelayanan yang menggunakan lambang PMI merupakan layanan gratis dan netral, yang tidak memandang ideologi politik, agama, suku dan bangsa. ”Bantuan dan pelayanan diberikan kepada yang membutuhkan. Baik saat situasi normal, situasi bencana, maupun situasi konflik bersenjata,” jelasnya.

Tak lupa, dalam dalam kegiatan tersebut juga digelar kegiatan lainnya, berupa donor darah dan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang ada di area CFD. Serta talk show dengan tema yang sama Kampanye RUU Kepalangmerahan dan Kepalangmerahan.

Editor: Merie