Sektor Industri Pengolahan Dominasi Pertumbuhan Kepatuhan Pajak di Jepara

Petugas KPP Pratama Jepara mendatangi wajib pajak di Kecamatan Tahunan Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Petugas KPP Pratama Jepara mendatangi wajib pajak di Kecamatan Tahunan Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pencapaian dan pertumbuhan penerimaan dan kepatuhan pembayaran pajak warga Jepara ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama cukup baik, sampai akhir bulan April 2016 lalu. Ternyata, dari 22,05 persen pertumbuhan kepatuhan pajak, paling banyak  ada di sector industry pengolahan.

Kepala KPP Pratama Jepara Endaryono menjelaskan, pertumbuhan untuk sector industry pengolahan mencapai 135,97 persen. Angka tersebut paling banyak dibanding sector lainnya seperti pengadaan listrik, gas, Uap, dan jasa keungan dan asuransi, serta administrasi pemerintahan, maupun perdagangan besar dan eceran.

”Paling dominan memang lima sector tersebut. Tetapi dari kelima sector itu, pertumbuhan yang paling besar ada pada sector industry pengolahan, dengan 135,97 persen, disusul perdagangan besar dan kecil yang mencapai 27,52 persen, lainnya dibawah dua sector tersebut,” terang Endaryono kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, hingga akhir bulan April 2016 lalu, rata-rata pertumbuhan yang terjadi terhadap capaian penerimaan dan kepatuhan pembayaran pajak sekitar 22,05 persen. Angka tersebut dinilai cukup besar dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir ini.

Tahun 2016 ini, lanjut Endaryono, KPP Pratama Jepara ditarget dapat mencapai penerimaan pajak sebesar Rp 690 miliar. Target tersebut jauh meningkat dibanding tahun lalu. Sampai akhir april 2016 kemarin, KPP Pratama Jepara mampu mencapai 20,24 persen dari target tersebut.

Dia juga menjelaskan, ada peningkatan kesadaran membayar pajak oleh masyarakat Jepara, terutama selama bulan April kemarin. Hal itu terbukti capaian tertinggi sejak bulan Januari hingga April lalu ada pada bulan April yang menyumbang sekitar delapan persen dari target.

”Kesadaran masyarakat untuk patuh terhadap pajak sudah semakin membaik. Itu terlihat dari hasil penerimaan selama bulan April kemarin, setelah kami gencar melakukan sosialisasi terkait kepatuhan pajak,” ungkap Endaryono.

Dia juga menerangkan bahwa berbagai upaya telah dan akan terus dilakukan agar taat pajak terus ditingkatkan. Tujuan utamanya adalah untuk mengajak dan membangkitkan semangat serta kebersamaan  membayar dan menyampaikan  pajak tepat waktu.

Editor: Supriyadi