Keluarga Korban Tuding SMK Tunas Harapan Tak Bertanggung Jawab Kasus Pemukulan Siswanya

Untitled-2

 

MuriaNewsCom, Pati – Kasus dugaan pengeroyokan terhadap dua siswa SMAN 2 Pati yang dilakukan puluhan siswa SMK Tunas Harapan menemui babak baru. Keluarga korban akhirnya mengadukan kasus itu kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pati, Kamis (12/5/2016).

Bambang Suprayitno, ayah Muhammad Asyrof yang menjadi korban pengeroyokan menuding SMK Tunas Harapan tidak bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukan siswanya. “Minta maaf saja tidak. Pernah wakil kepala sekolahnya minta maaf, tapi lewat telepon seluler. Itu tidak etis,” ujar Bambang.

Karena itu, Bambang meminta agar sekolah diberikan sanksi yang tegas karena mengabaikan perannya untuk mendidik siswa. Terlebih, pihak sekolah dianggap tidak punya itikad baik untuk menyelesaikan kasus tersebut.

“Saya berharap agar dua-duanya diberikan sanksi yang tegas, baik institusi sekolah maupun siswa yang melakukan pengeroyokan terhadap dua siswa SMAN 2 Pati. Hari ini saya bersama perwakilan orangtua Oka mendesak supaya polisi mengawal kasus ini hingga tuntas,” imbuhnya.

Ia menambahkan, puteranya, Muhammad Asyrof mengalami memar pada tulang belakang akibat dikeroyok siswa SMK Tunas Harapan. Sementara itu, Oka mengalami pembekakan darah.

“Saya sudah periksakan ke dr Eko Yulianto. Hasilnya, anak saya mengalami memar tulang belakang. Tindakan brutal SMK Tunas Harapan tidak bisa dibiarkan terus terjadi setiap perayaan kelulusan. Jangan ada korban lagi,” tandasnya.

Editor : Akrom Hazami

Ilustrasi