Catat, Syahbandar Jepara Pastikan Pengukuran Kapal Nelayan Gratis

Sejumlah kapal nelayan di Jepara tengah berada di salah satu muara sungai di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah kapal nelayan di Jepara tengah berada di salah satu muara sungai di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Sejak diterbitkannya surat perihal penenganan kapal ukuran dibawah 7 Gross Tonage (GT), pihak UPP Syahbandar Jepara melakukan pengukuran kapal yang ada di wilayah Kabupaten Jepara. Sehingga para pemilik kapal diwajibkan memiliki surat keterangan telah diukur untuk melengkapi surat kepemilikan kapal.

Kepala UPP Syahbandar Jepara, Suripto memastikan bahwa pengukuran kapal yang dilakukan petugasnya tidak ditarik biaya apapun. Sehingga, para nelayan yang memiliki kapal tak perlu khawatir. Termasuk mengenai pengurusannya juga dijamin sangat mudah.

”Pengurusan dokumen kapal itu sangat mudah. Semua form telah disiapkan, tinggal diisi. Termasuk untuk pengukuran kapal, petugas kami siap datang melakukan pengukuran sebagaimana mestinya. Sebab, pengukuran kapal memang harus dilakukan oleh petugas yang telah tersertifikasi,” ujar Suripto kepada MuriaNewsCom, Kamis (12/5/2016).

Menurut dia, langkah-langkah yang harus ditempuh apabila surat ukur bisa diterbitkan diantaranya adalah adanya surat permohonan kapal, suray keterangan hak milik, surat keterangan tukang, dan surat telah dilakukan pengukuran.

”Personel yang mengukur dari kami memang hanya ada satu. Tetapi itu tidak masalah, karena dia juga bisa datang kemana saja apabila memang aka nada kapal yang diukur,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengemukakan, di Kabupaten Jepara memang ada ribuan kapal. Meski begitu sebagian dipastikan sudah memiliki surat ukur. Dia juga mengatakan, untuk kapal yang dibawah 7 GT yang mengeluarkan surat pengukuran adalah Dishubkominfo, sedangkan Syahbandar hanya membantu.

”Jika dari Dishubkominfo memiliki petugas yang telah tersertifikasi melakukan pengukuran, tidak apa-apa. Kami sifatnya membantu untuk kapal dibawah 7 GT. Sedangkan untuk kapal yang ukurannya diatas 7 GT, Syahbandar yang mengeluarkan surat pengukuran,” terangnya.

Dia menambahkan, untuk memiliki sertifikasi keahlian pengukuran kapal dibutuhkan pendidikan dan pelatihan, dengan waktu sekitar tiga bulan. Dishubkominfo Jepara bisa saja mengirimkan petugasnya untuk mengikuti diklat sehingga nantinya memiliki tenaga sendiri untuk mengukur kapal.

“Ngurus pengukuran kapal sebenarnya sangat mudah. Cuma memang membutuhkan waktu untuk meminta tanda tangan dari pihak Desa hingga Kecamatan masing-masing,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi