Harga Ikan Bandeng Anjlok, Petani Pati Merugi

Petani di Pati memanen bandeng di tambak. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petani di Pati memanen bandeng di tambak. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Harga ikan bandeng di Pati saat ini anjlok dari Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu per kilogram menjadi Rp 13 ribu hingga Rp 15 ribu per kg. Akibatnya, petani bandeng di Juwana merugi.

Tamzis Al Annas, petani bandeng asal Desa Langenharjo RT 7 RW 3, Juwana kepada MuriaNewsCom, Sabtu (7/5/2016) mengaku, panen raya menjadi salah satu penyebab harga bandeng anjlok. Bersamaan dengan itu, pasar lokal dalam beberapa waktu terakhir kurang meminati bandeng.

”Saat ini, pasar lokal tidak meminati bandeng. Stok bandeng juga melebihi kuota permintaan, karena panen raya sehingga harga anjlok tajam. Petani akhirnya merugi,” ujar Tamzis.

Pada saat yang sama, pakan untuk bandeng harganya cenderung naik dan tidak pernah turun. Begitu juga sewa lahan untuk tambak bandeng diakui semakin mahal. Belum lagi, petani setiap hari harus ke tambak untuk melakukan perawatan.

Karena itu, pendapatan dari penjualan bandeng saat ini diakui belum bisa menutupi modal yang dibutuhkan untuk budidaya bandeng. “Kalau fifty fifty mungkin masih bisa. Tapi, petani setiap hari ke tambak itu kan harus dihitung juga sebagai modal,” ucapnya.

Karena itu, ia berharap agar pemerintah daerah bisa membuka peluang untuk petani bandeng supaya diberikan akses untuk bisa masuk ke semua lini pemasaran, baik pasar tradisional maupun modern. Ia juga berharap, pengolah makanan dari ikan bandeng di Pati semakin banyak sehingga stok bandeng bisa diserap saat panen raya.

Editor: Supriyadi