Duh, Hanya Lima Pantai di Jepara yang Dikelola Pemkab

Sejumlah pengunjung tengah asyik bermain di pantai Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah pengunjung tengah asyik bermain di pantai Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Bumi Kartini, Jepara selama ini kondang dengan pantai yang indah dan menawan di wilayah Jawa Tengah. Hal itu tidak lepas dari panjangnya pantai yang mencapai 85 kilometer lebih, itu diluar kepulauan Karimunjawa. Namun, ternyata hanya ada lima pantai yang ada di daratan Jepara yang dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara.

Hal itu diakui Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Kabudayaan Jepara, Zamroni Listiaza. Menurut dia, tercatat baru lima pantai yang dikelola oleh Pemkab Jepara. Yakni Pantai Kartini, Pantai Tirta Samudra (Bandengan), Pantai Pulau Panjang, Pantai Pungkruk dan Pantai Benteng Portugis.

“Hanya lima pantai itu yang berkontribusi bagi pemasukan asli daerah (PAD). Sepanjang 2015, PAD dari Pantai Bandengan mencapai Rp 1 miliar lebih, Rp 800 juta lebih untuk Pantai Kartini, Rp 100 juta lebih untuk Benteng Portugis, dan Rp 20 juta untuk Pulau Panjang. Sedangkan Pantai Pungkruk, belum menyumbang PAD lantaran belum dikelola secara maksimal,” ujar Zamroni.

Lebih lanjut dia mengemukakan, adapun pantai-pantai lain yang cukup potensial untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata dikelola oleh pemerintah desa, tempat pantai itu berada. Dalam catatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara, pantai-pantai yang potensial dijadikan wisata jika dirunut dari arah selatan ke wilayah utara Jepara yakni Pantai Semat dan Pantai Teluk Awur di Kecamatan Tahunan, Blebak, Pailus, dan Empu Rancak di Kecamatan Mlonggo, Pantai Ombak Mati (Pantai Bondo) di Kecamatan Bangsri, Pantai Bringin di Kecamatan Kembang, Pantai Suweru dan Pantai Bandungharjo di Kecamatan Donorojo.

”Selama ini memang sudah banyak dikunjungi wisatawan dan sudah cukup populer. Kemungkinan memang lebih banyak lagi pantai di Jepara yang belum terjamah sebagai tempat wisata. Untuk pantai yang sudah cukup terkenal dan dikelola oleh desa setempat, memang tidak menarik retribusi untuk daerah. Teknis pengelolaannya kami serahkan sepenuhnya kepada desa,” terangnya.

Editor: Supriyadi