Penentuan Jumlah TPS Pilkada Jepara Tiap Desa Tak Seragam, Ini Alasannya

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – Menjelang dimulainya tahapan Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) Jepara 2017 nanti, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara telah melakukan persiapan. Termasuk penetapan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang bakal menjadi tempat terpenting dalam pengambilan suara rakyat saat memilih Bupati dan Wakil Bupati berikutnya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara, M Haidar Fitri menjelaskan, penentuan jumlah TPS di satu desa tidak diseragamkan. Melainkan didasarkan dengan banyak atau sedikitnya jumlah DPT dalam satu wilayah. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan pengakomodiran semua pemilih.

”Jumlah TPS sudah kami tetapkan, ada 1.820 TPS dengan asumsi tiap TPS untuk 800 pemilih. Di wilayah (Desa-red) yang gemuk akan dimaksimalkan,” ujar Haidar.

Dari data yang dimiliki, wilayah yang memiliki suara gemuk terletak di wilayah kota. Sedangkan di pinggiran, jumlah pemilih sedikit. Menurut Haidar, hal ini kemungkinan terjadi lantaran sosialisasi dari masing-masing calon tak begitu gencar di wilayah itu.

Sehingga, lanjut dia, masyarakat tak memiliki pilihan. Bisa juga karena kesadaran politik yang belum kuat. Berbeda dengan warga kota yang memilik akses informasi lebih banyak dan intensif.

”Yang jelas banyak faktor yang memengaruhi jumlah pemilih yang datang dan mencoblos calon di TPS. Mulai dari penyelenggara, peserta hingga warga itu sendiri,” katanya.

Dia menambahkan, Dengan jumlah TPS sebanyak 1.820 itu, maka satu TPS diasumsikan akan didatangi oleh maksimal 800 pemilih. Hanya saja, dari pengalaman di beberapa pemilu yang lalu, rata-rata satu TPS didatangi di bawah 500 pemilih.

Editor: Supriyadi