TNI Siapkan Dana Rp 365 Juta untuk TMMD Sengkuyung I di Jepara

Dandim 0719/Jepara Letkol Inf Ahmad Basuki saat membuka TMMD Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Dandim 0719/Jepara Letkol Inf Ahmad Basuki saat membuka TMMD Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sekuyung I di Kabupaten Jepara bakal dibuka di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Selasa (3/5/2016). Kegiatan tersebut akan berlangsung selama 21 hari dengan dua sasaran, yakni fisik dan non fisik (penyuluhan) dari beberapa instansi yang adadi Jepara.

Untuk sasaran fisik yang akan dikerjakan dalam kegiatan TMMD antara lain pengecoran jalan rabat beton dan pembuatan saluran air sepanjang 155 meter dengan lebar 0,60 meter.

Selain itu, mereka juga akan membuat pos Kamling dan pembuatan Jambanisasi untuk 10 KK, dengan dana yang dibutuhkan sebesar Rp 365 juta. Dana tersebut terdiri dari  APBD Provinsi sebesar Rp 160 juta, APBD Kabupaten Rp 145 juta, swadaya masyarakat Rp 50 juta dan dari interdep sebesar Rp 10 juta.

Dandim 0719/Jepara Letkol Inf Ahmad Basuki mengatakan, dengan adanya kegiatan ini nantinya akan memberikan manfaat bagi masyarakat. Di antaranya menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk membangun desa secara gotong royong.

”Dapat memperlancar transportasi perekonomian desa dalam rangka meningkatkan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan ketahanan wilayah serta meningkatkan kemanunggalan TNI-Rakyat,” katanya, Selasa (3/5/2016).

Lebih lanjut dikatakan bahwa untuk kesempatan ini juga mendapatkan bantuan berupa 1.000 bibit sengon laut dan 1.000 bibit Trembesi dari Dishutbun Jepara. Selain itu juga mendapatkan sebanyak 130 kitab Suci Al Qur’an dari Kemenag Kab Jepara, dan Bantuan Sembako untuk warga kurang mampu sebanyak 15 paket seharga Rp 1,5 juta dari Bank Jateng. Kegiatan ini juga ada pelayanan KB dari BP2KB sebanyak 102 Asektor untuk pemasangan Implan.

Sementara itu Bupati Jepara Ahmad Marzuqi dalam sambutannya mengatakan bahwa program TMMD telah berlangsung selama 36 tahun dengan hasil kegiatan semakin dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sehingga sampai saat ini masih dibutuhkan keberadannya untuk membangun sarana prasarana dan infrastruktur di wilayah yang membutuhkan bantuan.

”Progam ini merupakan trobosan yang efektif dan efisien dan produktif dengan tekad pemerintah untuk memacu kreatifitas dan prakarsa masyarakat dalam pembangunan dan sekaligus dapat membantu pemerintah untuk mengimplementasikan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan di daerah yang akan berdampak positif bagi pertahannan wilayah,” katanya.

Editor: Supriyadi