Warga Blora Tuntut Pemkab Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Ramadan

Pedagang di Pasar Induk Blora saat melakukan transaksi jual beli dengan pembeli. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Pedagang di Pasar Induk Blora saat melakukan transaksi jual beli dengan pembeli. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Naiknya harga jelang Ramadan memang menjadi penyakit tahunan di setiap daerah, tak terkecuali di Kabupaten Blora. Apalagi, di bulan tersebut, harga sejumlah kebutuhan bahan pokok bisa naik hingga dua ratus persen.

Jumilah, warga Kunden Blora mengaku sering kesulitan mengatur pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan jika Ramadan tiba. Ia pun meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melakukan tindakan riil untuk menanggulangi hal tersebut.

”Tolonglah, harga sembako diawasi. Terutama kebutuhan pokok di pasaran, biar tidak terjadi lonjakan harga yang sampai memberatkan masyarakat,” keluh pedagang di Pasar Induk tersebut.

Ia mengatakan, geliat lonjakan harga sembako sebenarnya sudah mulai nampak sejak satu bulan sebelum Ramadan. Terutama pada kebutuhan primer seperti beras, telur, minyak goreng, dan bumbu dapur.

Karena itu, langkah konkrit harus dilakukan Pemkab sejak dini, supaya masyarakat tak tercekik saat Ramadan tiba. Dengan begitu harga bisa dikendalikan. Bahkan pedagang dan pembeli bisa melakukan transaksi tanpa ada kecurigaan.

”Biasanya, pemerintah bertindak setelah ada lonjakan harga. Cobalah mulai dari sekarang berfikir yang logis. Kalau antisipasi dimulai sekarang, tengkulak yang suka bermain dengan harga pasti akan takut dan tak berani main-main,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

Satu gagasan untuk “Warga Blora Tuntut Pemkab Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Ramadan

  1. Ping-balik: Pemkab Blora Tunggu Rapat Koordinasi dengan Provinsi untuk Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Ramadan | Muria News

Komentar ditutup.