Puluhan Nyawa Melayang Akibat Bencana Alam di Jawa Tengah, Ini Buktinya

Kepala Kantor Basarnas SemarangAgus Haryono. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kepala Kantor Basarnas SemarangAgus Haryono. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Angka bencana alam di Provinsi Jawa Tengah ternyata masih cukup tinggi. Dari 70 kasus bencana alam yang ditangani Basarnas, 40 orang diketahui meninggal dunia.

Hal itu seperti yang disampaikan Kepala Kantor Basarnas Semarang, Agus Haryono. Menurutnya, data dari Kantor Basarnas Semarang sejak Januari hingga April 2016 ini, sudah ada sekitar 70 kasus bencana, korban jiwa mencapai 40 orang.

“Kecelakaan air ternyata paling mendominasi dibanding bencana lainnya. Baik yang terjadi di sungai, laut, maupun waduk,” ujar Agus kepada MuriaNewsCom, saat berkunjung di Jepara, Selasa (3/5/2016).

Menurut dia, sampai hari ini, jajarannya masih melakukan pencarian korban tenggelam di tiga lokasi berbeda. Yaitu, pemancing yang tenggelam di waduk Penjalin Kabupaten Brebes, pemancing di waduk Jatibarang Semarang, dan seorang nelayan di Kabupaten Rembang.

”Di Brebes 6 orang pemancing, 2 sudah ditemukan meninggal, di waduk Jatibarang dan nelayan Lasem masih dilakukan pencarian,” kata Agus.

Kecelakaan air juga sering terjadi di Kabupaten Jepara. Baru-baru ini terjadi kecelakaan di sungai yang ada di Kecamatan Donorojo. Seorang bocah berusia tujuh tahun hanyut dan ditemukan sudah tak bernyawa.

Selain kecelakaan di air, wilayah Jawa Tengah, juga potensi terjadi bencana di darat. Itu seperti angin puting beliung dan tanah longsor.

”Potensi bencana alam di Jawa Tengah komplit. Mulai dari air sampai darat. Jawa Tengah juga memiliki gunung berapi. Itu sebabnya Jawa Tengah termasuk daerah rawan bencana di Indonesia,” katanya.

Editor: Supriyadi