Guru di Grobogan Tak Melulu Ngajar, tapi juga Jos Main Ketoprak

 

pentas 2(e)

Pentas ketoprak yang dilangsungkan di halaman SDN 16 Purwodadi yang diperankan para guru dan kepala sekolah SD mendapat sambutan hangat dari masyarakat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Pentas ketoprak yang dilangsungkan di halaman SDN 16 Purwodadi Senin (2/5/2016) malam memang membikin ribuan orang terhibur. Kebanyakan penonton mengakui jika pentas yang disuguhkan dalam rangka memperingati Hardiknas itu cukup bagus.

Namun, sebagian besar penonton tersebut banyak yang tidak tahu jika pemain ketoprak itu bukan berasal dari salah satu grup kesenian. Tetapi, pemainnya adalah guru dan kepala sekolah SD yang ada di lingkup UPTD Pendidikan Kecamatan Purwodadi.

“Pentas ketoprak ini memang dimainkan oleh tenaga pendidik jajaran UPTD Pendidikan, Kecamatan Purwodadi. Termasuk pula yang memainkan gamelan sebagian besar juga para guru dan kepala sekolah. Mereka ini tergabung dalam paguyuban ketoprak Dwija Budaya. Jumlah tenaga pendidik yang terlibat dalam pentas ini sekitar 50 orang,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Karsono.

Menurutnya, pentas ketoprak ini baru pertama kali digelar dalam rangka memperingati Hardiknas. Melihat antusias masyarakat, ada rencana untuk menggelar pentas ketoprak secara rutin.

“Ini baru pertama kali kita bikin pentas ketoprak. Ternyata antusias masyarakat sangat baik. Terus terang saya juga kaget melihat penontonnya banyak sekali,” cetusnya.

Karsono menyatakan, pentas ketoprak itu dilangsungkan sebagai wahana untuk menggali, mengupas, mengembangkan dan melestarikan seni budaya warisan nenek moyang. Hal itu perlu dilakukan karena kesenian tradisional ini kondisinya hampir kelam lantaran tergerus arus globalisasi.

“Kesenian tradisional ini harus kita lestarikan. Untuk melestarikan kesenian ini harus kita lakukan bersama-sama,” sambungnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Mantap, Pentas Ketoprak di Halaman SD di Grobogan Bikin Warga Begadang