Cihui… 86 Siswa SMA di Jepara Diajari Buat Proposal

Para peserta pelatihan penyusunan proposal penelitian serius mengikuti latihan di kampus Undip turut Desa Telukawur, Kecamatan Tahunan, Jepara, Selasa (3/5/2016). (MuriaNewsCom/WahyuKZ)

Para peserta pelatihan penyusunan proposal penelitian serius mengikuti latihan di kampus Undip turut Desa Telukawur, Kecamatan Tahunan, Jepara, Selasa (3/5/2016). (MuriaNewsCom/WahyuKZ)

 

 

MuriaNewsCom, Jepara – Sebanyak 86 siswa tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Jepara mengikuti pelatihan penyusunan proposal penelitian. Kegiatan ini digelar di kampus Undip Desa Telukawur, Kecamatan Tahunan, Jepara.

Acara yang diselenggarakan oleh Dewan Riset Daerah (DRD) Kabupaten Jepara ini digelar selama dua hari, yakni Selasa dan Rabu (3-4/5/2016). Selain menghadirkan narasumber juga ada sejumlah instruktur profesional untuk memberikan materi mengenai penyusunan proposal penelitian.

Kepala DRD Jepara Nur Kukuh menjelaskan, ini merupakan rangkaian lomba karya ilmiah yang digelar DRD Jepara. Sehingga arah dari pelatihan ini adalah untuk mengajari para siswa dan guru pembimbing bisa membuat proposal penelitian.

Jumlah peserta, tidak hanya 86 siswa, tetapi juga ada sekitar 29 guru pembimbing dari masing-masing sekolah. Nantinya, dalam proses pelatihan ini bakal dibagi kedalam beberapa kelompok.

”Jadi nanti dibagi beberapa kelompok, lalu mereka memunculkan ide penelitian. Nantinya akan diarahkan oleh instruktur,” kata Nur Kukuh kepada MuriaNewsCom, Selasa (3/5/2016).

Dia menerangkan, ini digelar untuk mengembangkan riset di kalangan pelajar. Jika pada tahun 2015 lalu hanya pembimbing yang ikut, tetapi tahun ini dilibatkan pelajar.

”Itu berdasarkan masukan dari guru pembimbing untuk melibatkan langsung para siswa. Apalagi saat ini mereka sudah memiliki asosiasi guru pembimbing ilmiah,” ujarnya.

Dia juga mengemukakan, sesuai dengan tema awal, yakni menciptakan inovasi yang bisa jadi terobosan di Jepara khususnya, untuk ilmu pengetahuan di Kabupaten Jepara. Maka, para peserta diharapkan mampu membuat produk proposal penelitian yang bagus.

Diantara instruktur yang dihadirkan seperti, Zainul Arifin, Adi Sasongko, Herioso, Setyono dan yang lainnya. Kegiatan ini mendapatkan sambutan an6g positif dari peserta baik siswa maupun pelajar.

Ini seperti yang dikatakan Miftahul Umum, salah seorang peserta. Menurutnya, kegiatan ini baik untuk meningkatkan kemampuan pengembangan ilmu pengetahuan.

Editor: Supriyadi