Begini Teknis UN Gabungan yang Bakal Digelar di Jepara

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – Tahun ini, di Kabupaten Jepara masih ada tujuh sekolah tingkat SMP yang tidak dapat menggelar Ujian Nasional (UN) secara mandiri. Mereka terdiri dari dua SMP dan lima MTs.

Ketujuh sekolah tersebut yakni, SMP MIS Jabal Nur Bandengan, SMP IT Amal Insani, MTs Islamic Center, MTS Salafiyah Al Ikhlas Krapyak, MTS Nahdlatus Shibyan, MTs Urwatil Wutsqo, dan MTs Nurul Islam.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jepara, Mustaqim Umar menerangkan,  berkait teknis penempatan peserta UN dari sekolah gabungan, peserta UN gabungan akan dipisah dengan peserta UN asli sekolah yang didatangi.

”Karena administrasi dari dua sekolah yang berbeda, jadi harus dipisahkan. Jadi ruangannya tetap harus dipisah, karena dari sekolah yang berbeda, administarsinya beda,” ujar Mustaqim, Selasa (3/5/2016).

Kondisi itu berbeda dengan UN di Karimunjawa, yang selama bertahun-tahun lalu juga menggelar UN gabungan, meski letak sekolah yang lain harus menyeberang lautan. Tahun inim sudah tidak ada sekolah yang bergabung ke sekolah lain. SMP Negeri 2 Karimunjawa, mulai tahun ini sudah bisa melaksanakan UN sendiri.

”Tahun lalu siswa SMP Negeri 2 Karimunjawa yang di Pulau Parang masih harus bergabung dengan siswa SMP Negei 1 Karimunjawa di Pulau Karimun Besar, tapi mulai tahun ini sudah bisa melaksanakan UN mandiri,” terangnya.

Selain SMP Negeri 1 dan 2 Karimunjawa, di wilayah terluar Kabupaten Jepara itu masih ada dua sekolah lain. Yaitu MTs Safinatul Huda Kemujan dan PKMB Dewandaru. ”Semuanya melaksanakan mandiri dengan pengawas gabungan,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi