Ini Tugas Perusda Jepara Jika Sudah Jadi Agen Distribusi BBM dan Elpiji ke Karimunjawa

ilustrasi BBM jenis solar dijual eceran. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Ilustrasi BBM jenis solar dijual eceran. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pemkab Jepara bakal menunjuk Perusahaan Daerah (Perusda) Aneka Usaha Jepara untuk menjadi agen distribusi BBM dan Elpiji ke Karimunjawa. Ada beberapa tugas Perusda tersebut jika sudah resmi menjadi agen tersebut.

Kabag Perekonomian Setda Jepara, Eriza Rudi Yulianto menjelaskan, beberapa tugas agen yang nanti ditunjuk atau dibentuk, yakni membuat tangki penampungan BBM dan mengurusi soal elpigi. Tangki yang dibuat minimal harus bisa menampung jumlah total kebutuhan premium dan solar warga Karimunjawa.

”Minimal, sesuai kebutuhan. Jika lebih malah lebih baik,” kata Eriza kepada MuriaNewsCom, Senin (2/5/2016).

Lebih lanjut dia mengemukakan, kebutuhan BBM di Karimunjawa yakni sebanyak 144 ribu liter solar/bulan, dan Rp 59 ribu liter premium/bulan. Untuk Elpiji bersubsidi 3 kilogram, warga Karimunjawa membutuhkan pasokan sebanyak 4.380 tabung dan 301 tabung untuk Elpiji ukuran 12 kilogram tiap bulannya.

Dalam pendistribusian Elpiji di Karimunjawa, Eriza menjelaskan secara detail, pemilik pangkalan mengajukan ijin ke desa, pemerintah kecamatan Karimujawa dan Polsek setempat. Di tingkat Pemkab, pengambilan premium harus mendapatkan rekomendasi dari Dishubkominfo. Sedangkan solar harus mendapatkan rekomendasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan.

”Karena solar terkait dengan kebutuhan nelayan. Sedangkan dari Disindag, sebagai instansi penentu jumlah kuota,” tandas Eriza.

Khusus elpiji, pihaknya saat ini juga tengah dihadapkan pada rencana pemerintah pusat menarik subsidi. Jika diberlakukan, maka semua Elpiji bakal menjadi barang bebas, termasuk di Karimunjawa. Sementara ini, pihaknya baru melakukan pembicaraan soal ini di tingkat agen, termasuk agen Elpiji yang selama ini melakukan distribusi ke Karimunjawa.

Dalam jangka waktu enam bulan tersebut, hingga agen terbentuk, pengangkutan BBM dan Elpiji akan dilakukan dengan menggunakan kapal kayu sebagaimana sebelumnya. Itu juga sesuai dengan instruksi Gubernur Jawa Tengah.

Editor: Supriyadi